Media Kampung, Los Angeles – Dakota Johnson kembali tampil dengan gaya kasual yang khas dan unik dengan mengenakan kaus ikonis D.A.R.E saat berada di Los Angeles. Kaus ini bukan hanya sekadar pakaian biasa, melainkan sebuah simbol budaya yang telah bertahan lintas dekade dan tetap relevan di kalangan selebritas.
Kaus D.A.R.E. pertama kali diperkenalkan pada tahun 1983 sebagai merchandise kampanye antinarkoba dengan tulisan “D.A.R.E. TO KEEP KIDS OFF DRUGS”. Namun, seiring waktu, kaus ini bertransformasi menjadi simbol satir budaya tandingan di era 1990-an, yang dikenakan oleh para club kids sebagai bentuk ironi terhadap semangat pemberontakan saat itu. Desain kaus ini terus diapresiasi oleh berbagai selebritas ternama seperti Cara Delevingne, Bella Hadid, Nina Dobrev, hingga Dakota Johnson.
Pada tanggal 30 Juli 2026, Dakota Johnson tampil dengan kaus legendaris tersebut setelah menyelesaikan proses syuting film pendek terbaru berjudul Flesh Impact, yang disutradarai oleh Maggie Gyllenhaal. Dalam film ini, Dakota memerankan sosok menyerupai Marilyn Monroe pada era 1950-an, namun dalam kesehariannya, ia memilih penampilan yang santai dan nyaman dengan memadukan kaus vintage itu bersama celana longgar berpotongan ekstra panjang.
Gaya rambut cokelat Dakota yang ditata dalam bun sederhana, dengan poni yang membingkai wajah serta kacamata hitam, menambah kesan kasual yang effortless. Aksesori yang dipilihnya seperti anting hoop kecil dan cincin hitam besar senada dengan warna kuteksnya, memberikan sentuhan personal pada penampilannya.
Salah satu elemen yang mencuri perhatian selain kaus adalah tas Valentino Garavani Nellcocircte yang dibawanya. Tas berwarna cokelat karamel berbahan suede ini menampilkan panel bergaya permadani dengan motif floral yang kaya detail. Sentuhan aksen silver ball studs, rivet, grommet, serta jahitan kontras hitam memperkuat nuansa bohemian sekaligus menambahkan kesan modern pada desain tas tersebut.
Penampilan Dakota Johnson dengan kaus ikonis D.A.R.E. ini tidak hanya menunjukkan kecintaannya pada fashion vintage, tetapi juga bagaimana sebuah simbol budaya dapat dihidupkan kembali dalam konteks gaya modern yang santai dan jenaka. Pilihan busana ini menegaskan bahwa fashion bukan sekadar tren, tetapi juga medium ekspresi budaya dan identitas.













Tinggalkan Balasan