Media Kampung, Yogyakarta – Dunia sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta berduka atas meninggalnya Fajar Listiyantoro, mantan pemain PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, pada Sabtu dini hari, 25 Juli 2026, di usia 45 tahun. Fajar wafat setelah berjuang melawan penyakit ginjal yang memaksanya menjalani cuci darah secara rutin selama beberapa bulan terakhir.
Fajar Listiyantoro dikenal sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam sepak bola lokal Yogyakarta. Ia pernah membela dua klub besar di DIY, yaitu PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, dan dikenal dengan nomor punggung 27 serta keahliannya dalam lemparan ke dalam jarak jauh, yang menjadi ciri khas permainannya.
Selama kariernya, Fajar juga pernah bermain untuk PPSM Magelang dan sempat memperkuat Timnas U-23 Indonesia. Setelah pensiun dari dunia sepak bola profesional, ia aktif membina generasi muda sebagai pelatih di SSB Potorono U-15.
Dalam beberapa bulan terakhir, kesehatan Fajar menurun akibat penyakit ginjal yang dideritanya. Ia rutin menjalani hemodialisis dan harus bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit. Gejala penyakit mulai dirasakan sejak awal tahun 2026, ketika ia merasa mudah lelah bahkan saat menaiki tangga stadion untuk menyaksikan pertandingan PSS maupun PSIM.
Jenazah Fajar disemayamkan di rumah duka di Glondong, RT 001 RW 001, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Pemakaman dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 14.00 WIB di TPU Sasono Loyo, Tegal Kalibening.
Kabar duka ini juga disampaikan oleh kakak Fajar, Seto Nurdiyantoro, yang merupakan mantan pelatih PSS dan PSIM, melalui akun Instagram pribadinya dengan ungkapan belasungkawa dan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. PSS Sleman dan berbagai komunitas sepak bola juga mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Fajar Listiyantoro.
Kepergian Fajar meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat sepak bola DIY dan Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengenal dedikasi dan semangatnya dalam dunia olahraga. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai legenda sepak bola Yogyakarta yang memberikan kontribusi berarti di lapangan hijau maupun dalam pembinaan pemain muda.















Tinggalkan Balasan