Media Kampung – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, merespons kasus seorang ibu hamil yang ditendang preman di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, dengan melibatkan TNI-Polri untuk memberantas premanisme di Kota Medan. Ia menegaskan akan memantau kondisi lapangan dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait gangguan keamanan.

Rico menyebutkan bahwa pemerintahan di tingkat kelurahan dan lingkungan akan meningkatkan kualitas keamanan di Kota Medan. “Dari tingkat kewilayahan, kami akan coba terus untuk meningkatkan kualitas keamanan yang ada di Kota Medan,” ujarnya saat dihubungi Media Kampung, Senin (8/6).

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Rabu (3/6) ketika dua pelaku, Zulyarham dan Julpikar, menganiaya pasangan suami istri. Pelaku Julpikar menendang perut korban yang sedang hamil, sementara Zulyarham memukuli wajah suaminya. Kedua pelaku yang berperan sebagai “Pak Ogah” atau pengatur jalan merasa kesal karena korban membuat kemacetan di area terowongan saat terjadi tawuran.

Kanit Jaga Cegah Sigap Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku telah ditangkap pada Rabu (3/6) malam di sebuah bengkel. “Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku penganiayaan sedang berada di bengkel. Kemudian tim Opsnal Resmob Polrestabes Medan berhasil mengamankan terduga pelaku,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, menjelaskan bahwa awalnya pelaku meminta korban untuk lewat, namun korban menolak karena takut maju akibat tawuran dan kondisi kehamilannya. Terjadi cekcok, dan saat korban mengeluarkan handphone, pelaku takut aksinya diviralkan sehingga menendang perut korban. “Jadi si pelaku merasa karena takut dia diviralkan, akhirnya dia melakukan penendangan,” ujar Adrian.

Hingga saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan mengakui perbuatannya. Pemerintah Kota Medan bersama aparat keamanan terus berupaya memberantas premanisme agar kejadian serupa tidak terulang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.