Media Kampung – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menantang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mewujudkan kawasan bebas asap rokok di jalan protokol ibu kota, seperti Sudirman-Thamrin hingga kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Tantangan ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, dalam Konferensi Pers Kampanye SehatTanpaRokok 2026 di Ballroom Mutiara, JW Marriott Hotel Jakarta, Rabu (3/6).

“Enggak usah muluk-muluk, buktikan Sudirman-Thamrin bebas asap rokok. Enggak usah muluk-muluk, bisa kuat lagi sampai di kota. Kalau di Jakarta ini, di Kuningan ini bebas asap rokok,” ujar Benjamin. Ia menegaskan bahwa penanganan masalah rokok membutuhkan keterlibatan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan melalui berbagai pendekatan.

Benjamin mengungkapkan, kawasan Sudirman-Thamrin saat ini sudah mempersempit ruang bagi perokok. Keterbatasan lokasi area merokok di ruang publik membuat aktivitas merokok tidak mudah dilakukan. “Sudirman-Thamrin lah bisa merokok di sana, tetapi dari jarak 1 kilometer atau setengah kilometer hanya ketemu ruangan 2×4 meter, berarti 8 meter persegi. Nanti setengah kilometer lagi perlu ketemu. Jadi boleh pegang rokok, tapi tidak tahu mau merokok di mana,” jelasnya.

Menurut Benjamin, upaya pengendalian konsumsi rokok harus dilakukan dengan mengurangi tempat-tempat yang memperbolehkan merokok. “Kita kurung tempat-tempat merokok itu, dikurangi tempatnya. Boleh pegang rokok, tapi kalau lama-lama kita tidak bisa merokok, lama-lama kita kesulitan juga merokok. Jadi tempat-tempat itu kita menegara. Menurut saya, menyelesaikan rokok ini harus juga dengan berbagai macam cara,” imbuhnya.

Dokter spesialis paru tersebut menekankan bahwa kesehatan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan kebiasaan merokok yang berisiko menimbulkan berbagai penyakit. Kemenkes terus mengampanyekan bahaya rokok kepada berbagai pihak, termasuk kepala daerah di seluruh Indonesia. Upaya ini juga telah disampaikan dalam kegiatan di Surabaya, Jawa Timur, sebagai bagian dari strategi memperkuat kesadaran tentang dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.