Modus Penyalahgunaan BBM Subsidi dengan Truk di Jepara
Media Kampung – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berhasil mengungkap modus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dilakukan oleh sebuah truk di Kabupaten Jepara. Truk tersebut menggunakan taktik keluar-masuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara berulang dengan identitas kendaraan yang berbeda-beda.
Modus ‘Helikopter’ untuk Membeli BBM Subsidi
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa truk itu menerapkan modus yang dikenal sebagai helikopter, yaitu dengan membawa banyak QR Code dan pasang nomor polisi palsu untuk mengelabui sistem pengawasan. Truk tersebut memiliki 16 QR Code dan 18 pasang plat nomor kendaraan palsu untuk melakukan pembelian BBM subsidi dalam jumlah besar tanpa terdeteksi sebagai aktivitas mencurigakan.
Transaksi terakhir yang terekam terjadi sekitar pukul 12.55 WIB, di mana truk yang kondisinya fisik kurang baik itu dilengkapi tangki tambahan yang terhubung dengan selang ke tangki atas, sehingga mampu menampung hingga 1.000 liter BBM subsidi.
Kesulitan Deteksi Melalui Pengawasan Biasa
Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa dari pengamatan kasat mata dan rekaman kamera CCTV di SPBU, transaksi yang dilakukan truk tersebut tampak normal dan tidak mencurigakan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan adanya tangki tambahan berkapasitas besar di dalam kendaraan yang menunjukkan penyalahgunaan BBM subsidi.
Peran Pengawasan dan Ajakan kepada Masyarakat
BPH Migas menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pelaku usaha hilir migas, dan aparat penegak hukum. Kepala BPH Migas mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Bambang Hermanto juga berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengawasi agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, sehingga distribusi BBM subsidi dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan