Jalan Rusak Parah di Daren Jepara Berdampak pada Pedagang dan Pengguna Jalan
Media Kampung – Kondisi jalan alternatif Jepara-Kudus yang berada di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, mengalami kerusakan parah yang berlangsung selama bertahun-tahun. Kerusakan ini tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga, terutama pedagang yang berjualan di sepanjang ruas tersebut.
Kerusakan Jalan Memicu Protes dan Viral di Media Sosial
Warga setempat telah melakukan berbagai aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang belum melakukan perbaikan. Aksi protes tersebut sempat viral di media sosial dan dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti menaruh pohon dan kursi di tengah jalan yang berlubang untuk menarik perhatian. Anak muda juga membuat konten memancing ikan di genangan air yang terbentuk di lubang jalan. Terbaru, warga menulis pesan protes dengan cat di badan jalan, seperti kalimat “Kapusan Janjine Bupati Jepara Mulus, Stop Bayar Pajak” dan “Stop Pajak Kapan Muluse Iki” yang menunjukkan ketidakpuasan mereka pada kondisi jalan dan janji pemerintah.
Kerusakan Jalan Sepanjang Satu Kilometer dengan Berbagai Ukuran Lubang
Kerusakan ini meliputi sekitar satu kilometer jalur dari depan Gang Garasi Kalingga Jaya. Lubang-lubang dengan ukuran berbeda-beda memenuhi ruas jalan, sehingga pengendara harus mengurangi kecepatan dan berkendara dengan hati-hati. Jalur tersebut merupakan jalur alternatif yang padat dilalui berbagai kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan pikap, truk, hingga kendaraan bertonase besar.
Dampak Kerusakan Jalan terhadap Pedagang
Abdul Kholiq, seorang pedagang mainan yang telah lima tahun berjualan di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa jalan mulai rusak sekitar dua tahun lalu dan semakin parah setelah musim hujan tahun lalu. Lubang jalan sering menyebabkan kecelakaan, terutama ketika genangan air menutupi lubang tersebut. Pada musim kemarau, debu yang beterbangan akibat kendaraan yang melintas mengotori barang dagangannya sehingga harus dibersihkan setiap hari agar tidak terlihat seperti barang lama.
Sementara itu, seorang pedagang sembako yang enggan disebutkan namanya mengaku terpaksa mengurangi stok dagangan, khususnya produk makanan, karena khawatir terkontaminasi debu dari jalan yang rusak. Ia menyatakan, “Sekarang kalau beli barang agak saya kurangi, terutama yang makanan, soalnya banyak kena debu.”
Harapan Warga untuk Perbaikan
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan alternatif tersebut agar aman dan nyaman digunakan. Perbaikan jalan dianggap penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi. Abdul Kholiq menyatakan, “Harapannya segera diperbaiki, biar aman saat dilewati.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan