Media KampungKesepian sering dianggap hanya terjadi saat seseorang sendirian, namun kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang justru merasakan kesepian meskipun sedang menjalin hubungan dengan pasangan. Fenomena ini dikenal sebagai kesepian dalam hubungan, dan menurut berbagai penelitian psikologi, ada beberapa faktor mendasar yang menyebabkannya.

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya kedekatan emosional. Sebuah studi dalam Journal of Social and Personal Relationships (2020) mengungkapkan bahwa kualitas kedekatan emosional lebih berpengaruh terhadap kepuasan hubungan dibandingkan frekuensi interaksi. Ketika seseorang merasa tidak dipahami atau tidak didengar, rasa sepi bisa muncul meskipun pasangan ada di sampingnya.

Faktor lain adalah komunikasi yang berjalan secara otomatis. Penelitian dalam Communication Research (2019) menunjukkan bahwa percakapan yang hanya berfokus pada hal-hal praktis—seperti pekerjaan atau tagihan—dapat mengurangi rasa keterhubungan. Meskipun berbicara setiap hari, pasangan mungkin tidak benar-benar merasa ditemani.

Kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi juga berperan besar. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam memberi dan menerima kasih sayang. Menurut studi dalam Personal Relationships (2021), ketidaksesuaian antara kebutuhan emosional individu dan respons pasangan dapat meningkatkan perasaan kesepian, bukan karena kurangnya perhatian, melainkan perbedaan bahasa cinta.

Menariknya, kesepian juga bisa muncul ketika seseorang terlalu banyak menyesuaikan diri hingga kehilangan jati diri. Studi dalam Self and Identity (2018) menemukan bahwa individu yang tidak bisa mengekspresikan identitas aslinya dalam hubungan cenderung mengalami penurunan kesejahteraan emosional. Kesepian di sini bukan hanya tentang kehilangan koneksi dengan pasangan, tetapi juga dengan diri sendiri.

Konflik yang tidak terselesaikan menjadi pemicu lainnya. Penelitian dalam Family Process (2020) menghubungkan konflik yang dipendam dengan meningkatnya rasa kesepian dan ketidakpuasan. Ketika terlalu banyak hal tidak terucap, hubungan terasa seperti dua orang berjalan berdampingan tanpa benar-benar bertemu.

Dari berbagai temuan ini, jelas bahwa kedekatan tidak semata-mata diukur dari seberapa sering bersama, melainkan dari seberapa terhubung secara emosional. Kesepian dalam hubungan seringkali lebih menyakitkan karena terjadi di saat seseorang berharap dipahami oleh orang yang paling dekat, namun belum menemukan cara untuk saling menjangkau.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.