Media Kampung – 31 tahun setelah film pertama dirilis, waralaba ikonik Pixar kembali dengan Toy Story 5 yang tayang di bioskop pada 19 Juni 2026. Film ini mengangkat tema yang semakin relevan di era digital: bagaimana teknologi modern mengancam permainan tradisional dan imajinasi anak-anak.

Cerita Berpusat pada Jessie

Disutradarai oleh Andrew Stanton, yang sebelumnya menulis naskah film-film Toy Story, kali ini fokus cerita beralih ke Jessie (diisi suara Joan Cusack). Bonnie (Scarlett Spears) yang kini berusia delapan tahun kesulitan berteman karena semua teman-temannya kecanduan tablet belajar bernama Lilypad. Bonnie pun akhirnya mendapatkan Lilypad (diisi suara Greta Lee) dari orangtuanya, membuat Jessie khawatir akan ditinggalkan lagi seperti masa lalunya.

Jessie nekat menyusup ke acara menginap Bonnie, namun secara tidak sengaja terbawa ke rumah lama pemilik pertamanya, Emily. Sementara itu, Buzz dan Woody meluncurkan misi penyelamatan, namun harus melewati Lilypad terlebih dahulu.

Komedi dan Kritik Sosial

Film ini lebih kental dengan komedi dewasa, termasuk humor yang mengingatkan pada Rick and Morty. Pendatang baru seperti Conan O’Brien, Craig Robinson, dan Shelby Rabara mengisi suara tiga gadget kuno yang menjadi sekutu tak terduga Jessie. Meski begitu, beberapa kritik menyebut alur cerita terasa kurang rapat dan banyaknya kilas balik Emily terkesan manipulatif secara emosional.

Namun, Toy Story 5 berhasil menyentuh isu serius seperti kecanduan gawai, percepatan pertumbuhan anak akibat digitalisasi, dan epidemi kesepian. Meski pada akhirnya film mengambil jalan aman dengan tidak sepenuhnya menyalahkan teknologi, pesan tentang pentingnya bermain dan imajinasi tetap tersampaikan.

Target Penonton Milenial

Film ini terasa sangat ditujukan bagi milenial yang tumbuh bersama Toy Story. Humor dan referensi nostalgia membuatnya terasa seperti perayaan bagi mereka yang enggan beranjak dewasa. Dengan sentuhan animasi 2D dalam imajinasi Bonnie, film ini berhasil menyuguhkan tontonan yang menghibur meski tak sekuat pendahulunya.

Toy Story 5 membuktikan bahwa selama masih ada penonton yang mau bermain, waralaba ini bisa terus berlanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.