Media Kampung – Penggunaan teknologi digital dalam industri properti semakin digalakkan untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi investasi. Para pengembang properti kini memanfaatkan platform teknologi seperti virtual reality (VR) dan metaverse untuk mempercepat proses desain arsitektur dengan presisi tinggi sejak tahap awal perencanaan.
Teknologi tersebut memungkinkan kolaborasi interaktif antara pengembang dan arsitek yang dapat mengeksplorasi desain ruang secara virtual sebelum proyek konstruksi dimulai. Hal ini membantu mengurangi pengeluaran investasi yang tidak diperlukan serta meminimalkan risiko kesalahan di tahap pembangunan.
Peran Teknologi dalam Desain dan Konstruksi
Menurut Patrik Schumacher, Principal Zaha Hadid Architects, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga mengubah cara arsitektur dirancang dan dikembangkan. Penggunaan perangkat digital dengan aturan struktural dan material mendukung pengujian kelayakan desain secara teknis dan membuka peluang penggunaan metode prefabrikasi yang efisien.
Investasi Properti Meningkat dan Efisiensi Biaya Jadi Prioritas
Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM menunjukkan sektor properti, termasuk perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, menjadi salah satu sektor dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia pada semester I 2026. Total realisasi investasi mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi hampir seimbang dari penanaman modal asing dan dalam negeri.
Penggunaan Material Lokal dan Desain Berbasis Iklim
Selain teknologi, penggunaan material lokal dan desain yang menyesuaikan kondisi iklim menjadi fokus dalam pengembangan properti berkelanjutan. Andra Matin, Principal Andramatin Studio, menekankan pentingnya ventilasi alami, naungan, dan lanskap sebagai strategi desain yang responsif terhadap iklim tropis sekaligus memiliki identitas lokal.
Gregorius Supie dari YolodiMaria Architects menambahkan bahwa bentuk arsitektur harus berkembang dari observasi lingkungan, mempertimbangkan budaya, kebutuhan masyarakat, dan karakter iklim setempat.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Proyek Arsitektur
Richard Wood, Managing Director Asia Snhetta, menyampaikan bahwa proyek arsitektur juga berperan dalam memberikan dampak ekonomi dan sosial melalui pemanfaatan keterampilan lokal dan potensi masyarakat. Arsitektur tidak hanya soal bangunan, tetapi juga menciptakan ruang publik yang mendukung kehidupan sosial.
Kolaborasi dan Peran Komunitas Arsitektur
Forum LIXIL Day of Architecture Design (LDAD) 2026 menjadi wadah bagi komunitas arsitektur dan desain untuk berbagi inovasi dan memperkuat kolaborasi. Audrey Yeo, Leader LIXIL Water Technology APAC, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung perkembangan industri arsitektur Indonesia melalui kontribusi berkelanjutan.
Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, menekankan pentingnya dialog dan kolaborasi antar pemangku kepentingan guna menghadapi tantangan tata ruang yang dinamis dan membentuk arsitektur yang relevan, solutif, dan berkelanjutan.














Tinggalkan Balasan