Media Kampung – Jakarta – Menjelang Hari Raya Iduladha, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa daging kambing bukan penyebab utama hipertensi dan kolesterol seperti yang sering diyakini masyarakat. Pernyataan ini disampaikan melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya pada Kamis, 28 Mei 2026.
Menkes Budi menjelaskan bahwa faktor utama yang menyebabkan kolesterol tinggi dan tekanan darah naik berasal dari bahan olahan daging seperti garam, gula, kecap manis, santan kental yang dimasak lama, serta jeroan seperti hati, paru, dan usus yang memiliki kadar kolesterol tiga sampai lima kali lebih tinggi daripada daging biasa.
Lebih lanjut, Menteri Budi membandingkan kandungan lemak jenuh dan kolesterol dalam daging kambing dengan sapi dan ayam. Daging kambing mengandung lemak jenuh sekitar 0,8 gram, jauh lebih rendah dibandingkan sapi yang mencapai 3 gram. Kolesterol dalam daging kambing juga hanya 64 mg, lebih rendah dari sapi 73 mg dan ayam 76 mg.
Dengan data tersebut, Menkes menegaskan bahwa tuduhan bahwa daging kambing sebagai sumber utama penyakit kolesterol dan hipertensi adalah keliru. Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut mengonsumsi daging kambing saat perayaan Iduladha dan mengatur porsi makan agar tetap sehat.
Menkes juga mengingatkan agar daging kurban tidak langsung dimasak habis pada hari yang sama, melainkan diolah dan disimpan dalam porsi yang tepat agar bisa dikonsumsi secara bergilir. Menurutnya, daging kurban merupakan sumber protein berkualitas yang sangat bermanfaat, terutama mengandung asam amino leucine yang penting untuk pembentukan otot, sangat bermanfaat bagi lansia, ibu hamil, dan remaja putri.
Iduladha menjadi momentum penting untuk meningkatkan asupan protein yang mudah dan murah didapat. Menkes Budi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen ini untuk menjaga kesehatan tubuh melalui konsumsi daging yang tepat dan terkontrol.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan