Media Kampung – Program pembersihan ranjau yang didukung oleh Arab Saudi, Proyek Masam, melaporkan keberhasilan signifikan dalam menyingkirkan ribuan ranjau darat serta sisa bahan peledak yang masih mengancam keselamatan warga di berbagai wilayah Yaman sepanjang Mei 2026.

Keberhasilan Proyek Masam dalam Pembersihan Ranjau

Dalam laporan yang dipublikasikan melalui platform media sosial X pada akhir Mei 2026, tim Proyek Masam menyatakan telah mengamankan dan membersihkan sebanyak 6.323 ranjau darat, amunisi yang belum meledak, dan berbagai jenis bahan peledak lain. Upaya ini juga berhasil membuka dan mengamankan area seluas lebih dari 1,2 juta meter persegi yang sebelumnya terkontaminasi oleh ranjau dan sisa-sisa perang.

Latar Belakang dan Tujuan Proyek

Proyek Masam diluncurkan oleh Arab Saudi pada tahun 2018 sebagai bagian dari langkah kemanusiaan untuk mengurangi dampak konflik berkepanjangan yang melanda Yaman. Program ini fokus membersihkan ranjau dan bahan peledak di wilayah yang terdampak perang, guna meningkatkan keselamatan warga dan mempercepat proses pemulihan daerah terdampak.

Ancaman Warisan Perang di Yaman

Konflik yang dimulai sejak akhir 2014 setelah kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa telah meninggalkan warisan ranjau darat dan amunisi belum meledak yang mengancam kehidupan masyarakat sipil. Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi menanam lebih dari dua juta ranjau selama masa konflik tersebut.

Meskipun intensitas pertempuran menurun dalam beberapa tahun terakhir, ranjau masih menjadi ancaman serius terutama bagi petani, penggembala, dan warga yang kembali ke kampung halaman mereka. Keberadaan ranjau ini menghambat aktivitas sosial dan ekonomi serta menimbulkan risiko korban jiwa yang tinggi.

Harapan dari Program Pembersihan

Operasi pembersihan yang dilakukan oleh Proyek Masam diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak konflik sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat ledakan ranjau. Dengan membersihkan ranjau dan bahan peledak secara sistematis, program ini juga mendukung stabilitas dan keselamatan masyarakat lokal di tengah situasi yang masih rentan.

Keberhasilan Proyek Masam dalam bulan Mei 2026 menjadi indikasi positif bahwa upaya kemanusiaan dapat memberikan dampak nyata, meskipun ancaman ranjau dan bahan peledak masih membayangi Yaman akibat warisan konflik yang panjang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.