Media Kampung – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengingatkan bahwa perang dan perpecahan geopolitik saat ini mengancam tatanan dunia internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam debat tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB yang dipimpin Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, di New York pada Kamis, 28 Mei 2026.

Guterres menegaskan bahwa Piagam PBB adalah pedoman penting bagi keberlangsungan umat manusia, namun prinsip-prinsip utamanya kini tertekan akibat meningkatnya konflik dan ketegangan global. Ia menyebut saat ini dunia menghadapi jumlah konflik tertinggi sejak berdirinya PBB dan penghormatan terhadap hukum internasional terus mengalami kemunduran di berbagai wilayah.

Menlu RI Tegaskan Komitmen Indonesia pada Piagam PBB dalam Debat Tingkat Tinggi Dewan Keamanan
Baca juga:
Menlu RI Tegaskan Komitmen Indonesia pada Piagam PBB dalam Debat Tingkat Tinggi Dewan Keamanan

Sekjen PBB juga menyoroti pelanggaran terhadap prinsip kedaulatan, integritas wilayah, dan larangan penggunaan kekuatan militer yang semakin sering terjadi tanpa mendapatkan respons memadai. Ia memperingatkan meluasnya impunitas di berbagai kawasan yang semakin melemahkan penegakan hukum internasional.

Selain itu, Guterres menegaskan adanya hubungan erat antara berbagai krisis global, termasuk ketidakpercayaan geopolitik, peningkatan belanja militer, serta perkembangan kecerdasan buatan dan senjata otonom yang menjadi tantangan serius dunia saat ini. Ia juga mengkritik serangan terhadap hak asasi manusia, ketimpangan global, dan krisis iklim yang memperburuk situasi.

Dubes Iran Kunjungi PP Muhammadiyah Soroti Tragedi Kemanusiaan dan Harapan Perdamaian
Baca juga:
Dubes Iran Kunjungi PP Muhammadiyah Soroti Tragedi Kemanusiaan dan Harapan Perdamaian

Sekjen PBB mengungkapkan kekecewaannya terhadap perpecahan di Dewan Keamanan yang menghambat penyelesaian konflik internasional. Menurutnya, Dewan Keamanan sering gagal bertindak secara efektif dan bersatu dalam menghadapi berbagai krisis global.

Guterres menyoroti konflik yang masih berlangsung di Ukraina, Timur Tengah, dan Sudan, serta memperingatkan risiko eskalasi yang dapat memperburuk korban sipil. Ia juga menyinggung perluasan operasi militer Israel di Lebanon, pelanggaran gencatan senjata di Gaza, dan ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan ketidakstabilan global.

Strait of Hormuz Remains Strategic Bottleneck Amid Iran Tensions
Baca juga:
Strait of Hormuz Remains Strategic Bottleneck Amid Iran Tensions

Lebih lanjut, Guterres mengingatkan perlombaan senjata global yang semakin mengkhawatirkan dengan belanja militer dunia mencapai tingkat tertinggi, sementara bantuan pembangunan dan kemanusiaan justru menurun. Di akhir pidatonya, ia mendesak negara anggota PBB untuk memperkuat diplomasi, mediasi, dan reformasi lembaga internasional guna menjaga perdamaian dan keamanan dunia di tengah ketegangan yang meningkat.