Media Kampung – Sembilan warga negara Indonesia yang tergabung sebagai relawan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya kembali ke Tanah Air setelah sempat ditangkap oleh militer Israel. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 24 Mei 2026.
Koordinator Media dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengungkapkan bahwa selama masa penahanan, para relawan mengalami perlakuan kekerasan yang cukup berat. Harfin menyebutkan bahwa interogasi yang dilakukan militer Israel disertai dengan tindakan fisik yang menyakitkan, termasuk pemukulan dan penyetruman terhadap peserta misi.
“Ada beberapa yang dipukul, disetrum, jadi memang kekerasan itu ada. Salah seorang relawan bernama Rahendro Herubowo saat ini masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Jakarta,” ujar Harfin saat berbincang dengan PRO3 RRI pada Senin, 25 Mei 2026.
Insiden penangkapan tersebut terjadi ketika kapal logistik kemanusiaan GSF melintasi perairan internasional di dekat Siprus. Militer Israel langsung menyerbu kapal dan menggunakan peluru karet terhadap para relawan. Kapal utama misi kemanusiaan ini pertama kali mengalami intersepsi pada 18 Mei 2026.
Harfin menambahkan bahwa Andi Angga, salah satu delegasi Indonesia, merupakan warga negara yang pertama kali ditangkap oleh militer Israel dalam insiden tersebut. GPCI memantau situasi kapal melalui pusat kendali terpadu di Istanbul, Turki, selama operasi berlangsung.
Pemerintah Indonesia berhasil memulangkan para relawan setelah melakukan koordinasi intensif dan negosiasi diplomatik dengan berbagai pihak internasional. Proses pemulangan ini juga melibatkan bantuan dari beberapa negara Timur Tengah yang berperan penting dalam kelancaran evakuasi.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama proses pemulangan. Ia juga menegaskan sikap Indonesia yang mengutuk keras tindakan kekerasan dan penahanan ilegal yang dilakukan oleh militer Israel terhadap warga sipil.
“Alhamdulillah, sembilan saudara kita telah tiba dengan selamat di tanah air. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya koordinasi dan evakuasi ini,” kata Sugiono saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta.
Pemerintah Indonesia memandang bahwa penghadangan kapal kemanusiaan di perairan internasional oleh militer Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kasus ini menjadi sorotan penting terkait perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri serta penghormatan terhadap misi kemanusiaan global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan