Media Kampung – Akun media sosial Suma UI, sebuah platform milik Universitas Indonesia, menjadi sasaran serbuan netizen setelah mengunggah pernyataan yang mengecam kekerasan terhadap kelompok LGBTQ. Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari warganet, mulai dari dukungan hingga kecaman keras. Menanggapi situasi ini, Rektor Universitas Indonesia mengambil langkah cepat dengan membentuk tim investigasi internal.

Pernyataan Suma UI yang mengutuk kekerasan terhadap LGBTQ dinilai oleh sebagian netizen sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok yang kontroversial di Indonesia. Akibatnya, kolom komentar akun tersebut dipenuhi oleh berbagai respons, termasuk hujatan dan ancaman. Pihak universitas belum merilis pernyataan resmi lebih lanjut selain konfirmasi bahwa investigasi tengah berlangsung.

Rektor UI menegaskan bahwa investigasi dilakukan untuk menelusuri kronologi dan memastikan tidak ada pelanggaran prosedur dalam pembuatan konten tersebut. Langkah ini juga bertujuan untuk menjaga kondusivitas lingkungan akademik dan melindungi seluruh sivitas akademika dari potensi konflik yang lebih luas.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa sensitifnya isu LGBTQ di Indonesia. Sejumlah pihak menilai bahwa pernyataan Suma UI sejalan dengan prinsip hak asasi manusia, sementara yang lain menganggapnya bertentangan dengan norma agama dan budaya yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim rektorat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.