Media Kampung, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan resmi setelah pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Dalam pernyataan yang dimuat di media pemerintah Iran, ia menegaskan bahwa balas dendam adalah tuntutan rakyat dan pasti akan dilaksanakan.
Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama perang antara AS-Israel dan Iran, saat serangan udara menghantam kediamannya di Teheran. Serangan tersebut merupakan bagian dari Operasi Epic Fury. Citra satelit menunjukkan kepulan asap hitam tebal membubung dari kompleks pemimpin Iran setelah serangan. Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Khamenei tidak dapat menghindari sistem pelacak canggih AS. Jenazahnya ditemukan di antara reruntuhan kediaman yang runtuh akibat serangan.
Pernyataan Mojtaba Khamenei muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan seluruh wilayah Iran jika ada upaya pembunuhan terhadap dirinya. Ancaman ini muncul setelah intelijen Israel membocorkan informasi tentang dugaan rencana pembunuhan terhadap Trump.
Sementara itu, upaya diplomatik terus berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran berada di Oman untuk membahas Selat Hormuz, yang lalu lintasnya kembali melambat setelah serangan terbaru. Mediator berupaya menghidupkan kembali perundingan antara AS dan Iran. Pejabat senior AS mengatakan Washington berharap Teheran segera mengeluarkan pernyataan bahwa selat tersebut terbuka dan kapal komersial tidak akan diserang.
Pakistan dan Arab Saudi menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi terbaru. Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi sepakat bahwa konflik baru ini tidak menguntungkan siapa pun dan merusak upaya perdamaian regional.
Di sisi lain, gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran kembali terancam setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Serangan ini merupakan respons terhadap serangan di kota-kota Iran pada awal pekan. Iran juga menargetkan situs strategis di Qatar, sementara Kuwait mengklaim berhasil mencegat rudal dan drone yang masuk.
Ledakan dilaporkan terjadi di dekat fasilitas nuklir Bushehr, serta di Chabahar, Konarak, Bandar Abbas, dan Sirik. Seorang pejabat AS membantah keterlibatan Amerika dalam ledakan tersebut. Trump menyatakan gencatan senjata secara efektif berakhir setelah Iran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz, dan memperingatkan bahwa AS dapat menyelesaikan pekerjaan.
Meskipun konfrontasi militer meningkat, seorang pejabat AS mengatakan Washington tetap berkomitmen pada negosiasi dan pembahasan teknis dengan Iran terus berlanjut. Jalur diplomatik paralel tetap aktif meskipun kedua pihak saling melancarkan serangan dan ancaman.























Tinggalkan Balasan