Media Kampung – Dua menteri sayap kanan ekstrem dalam kabinet Israel, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, pada Jumat (19/6/2026) menyerukan peningkatan serangan ke Lebanon setelah militer Israel mengumumkan empat tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.
Melalui unggahan di platform X, Ben-Gvir menegaskan Israel harus merespons dengan kekuatan penuh meskipun ada tekanan internasional. “Dengan segala hormat kepada Amerika Serikat, Israel harus menjelaskan kepada seluruh dunia bahwa darah putra-putra kami dan keamanan warga kami tidak bisa dikorbankan. Seluruh Lebanon harus dibakar,” tulis Ben-Gvir. Ia juga mengaku telah menyampaikan pandangannya langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dengan mengatakan, “Untuk setiap air mata ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis.”
Pernyataan keras ini muncul hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk mendorong gencatan senjata di Lebanon. Kendati demikian, pesawat-pesawat Israel masih melakukan pengeboman hingga beberapa jam setelah gencatan diumumkan pada hari yang sama. Koresponden Al Mayadeen di Lebanon selatan melaporkan bahwa serangan udara Israel menargetkan Nabatieh ketika gencatan senjata mulai berlaku.
Militer Israel mengumumkan kematian empat personelnya dalam operasi tempur di Lebanon selatan. Salah satu korban yang diumumkan adalah Letnan Kolonel Dor Gedalia Ben Simhon. Tiga tentara lainnya juga dilaporkan gugur, meskipun identitas mereka belum dipublikasikan secara resmi. Dalam insiden terpisah, seorang perwira cadangan mengalami luka berat akibat serangan drone bermuatan bahan peledak, dan empat tentara lainnya luka ringan. Kematian para prajurit tersebut menjadi salah satu kerugian terbesar yang dialami Israel sejak tercapainya kesepakatan penghentian konflik antara Washington dan Teheran awal pekan ini.
Sementara itu, otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 18 orang tewas akibat serangkaian serangan udara Israel yang menghantam wilayah selatan negara itu pada Jumat. Militer Israel menyatakan operasi tersebut menargetkan posisi dan infrastruktur milik Hizbullah yang masih aktif di kawasan perbatasan.
Patut dicatat, Israel adalah pihak yang melancarkan penjajahan di Lebanon selatan sejak Februari lalu. Mereka melakukan agresi jauh ke dalam wilayah Lebanon dengan dalih menghabisi kelompok Hizbullah yang menyerang Israel setelah entitas Zionis itu menyerang Iran dan membunuh Ayatullah Ali Khamenei. Serangan dan penjajahan Israel ke selatan Lebanon sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.000 jiwa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan