Media Kampung, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi menutup periode pengusulan Zona Integritas (ZI) tahun 2026 pada 30 Juni 2026. Penutupan ini menandai dimulainya evaluasi untuk predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa pembangunan ZI harus berfokus pada dampak nyata pelayanan publik, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif. “Integritas harus menjadi budaya, memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga fokus utama yang menjadi fondasi pembangunan ZI. Pertama, penguatan integritas melalui upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta penguatan pengendalian internal. Kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan memenuhi harapan masyarakat. Ketiga, penguatan kapabilitas dan akuntabilitas kinerja sehingga setiap unit kerja mampu mengelola kinerja secara efektif, terukur, dan berorientasi hasil.
“Ketiga aspek tersebut harus berjalan secara seimbang karena integritas tanpa kinerja yang baik tidak akan memberikan manfaat yang optimal, sementara kinerja yang tinggi tanpa integritas juga tidak akan menghasilkan kepercayaan publik yang berkelanjutan,” jelas Rini.
Pembangunan ZI sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden untuk membangun birokrasi yang bersih, efektif, dan dapat dipercaya, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan akuntabilitas tinggi. Predikat WBK/WBBM diberikan kepada unit kerja yang pimpinan dan jajarannya memiliki komitmen kuat untuk melakukan perubahan nyata, sistematis, dan berkelanjutan.
“Semakin banyak unit kerja berpredikat WBK/WBBM, semakin kuat budaya birokrasi yang bersih dari korupsi dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Komitmen ini harus menjadi semangat bersama, dari pimpinan hingga seluruh jajaran,” ujar Rini.
Hingga saat ini, lebih dari 16.734 unit kerja dari berbagai instansi pemerintah pusat hingga daerah tercatat telah mengusulkan predikat ZI. Sebanyak 2.983 unit kerja berhasil meraih predikat WBK dan 430 unit kerja sukses mencapai predikat tertinggi WBBM. Capaian ini menunjukkan bahwa ZI bukan sekadar predikat, melainkan proses panjang perubahan budaya kerja yang berorientasi pada integritas dan pelayanan prima.























Tinggalkan Balasan