Media Kampung, Jambi — Praktisi kesehatan sekaligus pendakwah dr. Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa kesulitan memaafkan orang lain dapat menjadi pemicu penyakit kronis degeneratif seperti jantung, kanker, stroke, diabetes, dan gangguan autoimun. Menurutnya, kondisi batin yang tidak sehat turut berkontribusi terhadap munculnya berbagai gangguan kesehatan tersebut.

Dalam sebuah kajian, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa kesehatan fisik tidak dapat dipisahkan dari kesehatan jiwa dan hati. “Percayalah itu ada jiwa yang sakit. Percayalah ada hati yang bermasalah,” ujarnya.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang menentukan baik atau buruknya seluruh anggota tubuh. “Kalau dia baik, baiklah semua. Dia rusak, rusaklah semua,” katanya. Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kebersihan hati dan ketenangan jiwa sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Berdasarkan pengalaman dr. Zaidul Akbar, banyak penderita penyakit kronis ternyata menyimpan luka batin yang belum terselesaikan. Perasaan marah, kecewa, dendam, maupun tekanan emosional yang berlangsung lama dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. “Yang paling banyak itu yang saya temukan karena orang-orangnya begitu sulit memaafkan,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk belajar berdamai dengan masa lalu, mengelola emosi dengan baik, serta menumbuhkan sikap ikhlas dan pemaaf demi menjaga kesehatan jiwa maupun raga. Meski demikian, dr. Zaidul Akbar menekankan bahwa menjaga kesehatan tetap perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pola makan sehat, aktivitas fisik cukup, istirahat memadai, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan memadukan kesehatan fisik, mental, dan spiritual, seseorang diharapkan dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan terhindar dari berbagai penyakit kronis.