Media Kampung, PT Pertamina Patra Niaga mencatat perubahan signifikan dalam pola konsumsi BBM masyarakat setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 18 April 2026. Kenaikan harga Pertamax memicu peralihan konsumen ke BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Biosolar, yang berujung pada lonjakan permintaan dan kelangkaan di sejumlah SPBU.

Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa konsumsi Pertalite pada Juli 2026 meningkat sekitar 9,4% dibandingkan periode normal. Pangsa pasar Pertalite terhadap total konsumsi bensin naik dari sekitar 75% pada Januari-Mei menjadi 80% pada Juli. Di sisi lain, penjualan Pertamax Series merosot hingga 18%.

Baca juga:

Fenomena serupa terjadi pada segmen diesel. Konsumsi Biosolar meningkat 13,9% pada Juli, sementara penjualan Dex Series turun 6,4%. Lonjakan ini tidak hanya berasal dari kendaraan pribadi, tetapi juga dari pelaku industri yang mulai mengisi Biosolar di SPBU.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menyebutkan bahwa realisasi penyaluran harian Pertalite telah mencapai 104% dari konsumsi normal, sementara Biosolar mencapai 105%. Hal ini menyebabkan distribusi tidak mampu mengejar lonjakan permintaan, terutama di Sumatera, dan memicu panic buying di masyarakat. Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Baca juga:

Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, menilai selisih harga yang besar antara Pertamax dan Pertalite mendorong peralihan konsumen. Ia menduga kelangkaan Pertalite di Sumatera Utara dipicu oleh perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite yang tidak diimbangi penambahan kuota dan kecepatan distribusi.

Pemerintah memastikan stok BBM nasional aman. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan stok lebih dari cukup, dengan ketahanan stok Pertalite dan Biosolar sekitar 15 hari. Namun, distribusi ke SPBU tersendat karena lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Pertamina telah melakukan penebalan stok, penambahan armada mobil tangki, dan perpanjangan jam operasional SPBU untuk mengatasi kelangkaan.

Baca juga: