Media Kampung, BPJS Ketenagakerjaan menggelar pelatihan kewirausahaan bagi seratusan ahli waris peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Jumat (17/7/2026). Pelatihan ini bertujuan agar santunan yang diterima ahli waris tidak habis untuk konsumsi, tetapi dapat dijadikan modal usaha produktif.
Program ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan. Pembukaan pelatihan dihadiri Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Para peserta, yang mayoritas perempuan, mendapat pelatihan membuat aneka produk kuliner tradisional dan kekinian.
Dorong Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, program PEKA dirancang untuk memastikan manfaat santunan bisa berdaya guna dan produktif. Tanpa pembekalan keterampilan, santunan berpotensi habis dalam satu hingga dua bulan. Karena itu, pendampingan dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan minimal 10 peserta per angkatan bisa tumbuh menjadi wirausaha produktif.
“Kami akan ikuti pelatihan terus sampai sesuai dengan minat masing-masing penerima manfaat,” ujar Saiful. Setelah pelatihan, peserta akan digandengkan dengan ekosistem pendukung, seperti perbankan untuk pendanaan dan pasar digital UMKM untuk pemasaran. Dengan skema ini, diharapkan penerima manfaat tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.
Sinergi dengan Program Pemerintah Daerah
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik program PEKA. Menurutnya, program ini sejalan dengan program pemerintah daerah, seperti program perempuan sebagai kepala rumah tangga. Ipuk menekankan, keberlanjutan program bergantung pada motivasi penerima manfaat untuk maju, berinovasi, dan mandiri.
“Keberlanjutan program ini tergantung dari penerima manfaat. Mereka harus memiliki motivasi yang kuat untuk memajukan usahanya, berinovasi, dan ingin mandiri. Itulah kunci sukses,” tegas Ipuk.
Antusiasme Peserta
Salah satu peserta, Elcy Yutanti (53), warga Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, mengaku sangat antusias. Sepeninggal suaminya pada 2 April 2026, ia kehilangan penghasilan. Elcy memilih pelatihan memasak makanan kekinian agar bisa berjualan dan memiliki penghasilan sendiri. Saat ini ia sudah memiliki usaha kecil keripik, dan berencana mengembangkannya.
“Insyaallah pengen usaha bikin makanan atau apa untuk dijual lagi. Yang sekarang kayaknya pengen makan makanan-makanan yang kekinian,” ujarnya.






















Tinggalkan Balasan