Media Kampung – 15 April 2026 | Damkarmat Banyuwangi pada Senin sore (13/4) berhasil mengidentifikasi sebuah laporan kebakaran palsu yang masuk lewat WhatsApp, sehingga personel tidak dikerahkan ke lokasi dan menghindari potensi penundaan penanganan kejadian nyata.

Laporan tersebut menyebutkan adanya kebakaran di wilayah Kalipuro, namun petugas segera mencatat bahwa keterangan pelapor berubah-ubah dan tidak konsisten, menimbulkan kecurigaan sejak awal penerimaan laporan.

Petugas kemudian meminta pelapor mengirimkan live location secara langsung serta dokumentasi visual secara real‑time, dengan harapan dapat memverifikasi keabsahan kejadian sebelum mengirimkan tim ke lapangan.

Setelah ditelusuri, lokasi yang dikirim ternyata bukan berasal dari fitur live location WhatsApp melainkan salinan peta digital, sementara foto yang disertakan ternyata dokumentasi kebakaran lama di Purwodadi tahun 2025, sehingga tim menyimpulkan laporan tersebut merupakan hoaks.

Selain itu, pemeriksaan nomor telepon pelapor melalui aplikasi identifikasi kontak mengungkap label yang mengarah pada dugaan modus penagihan pinjaman ilegal, menambah bukti bahwa laporan tersebut disengaja dipalsukan; pengalaman serupa terjadi tahun lalu ketika dua laporan palsu evakuasi ular berhasil menyesatkan petugas.

Belajar dari kejadian tersebut, Damkarmat kini menerapkan prosedur verifikasi berlapis yang mewajibkan setiap laporan darurat dilengkapi dengan live location aktif dan bukti visual terkini berupa foto atau video, guna memastikan respons yang tepat dan menghindari penyalahgunaan layanan.

Kadhafi, juru bicara Damkarmat Banyuwangi, menegaskan pentingnya masyarakat tidak menyalahgunakan layanan darurat karena laporan palsu dapat menghambat penanganan insiden nyata, dan menambahkan bahwa hingga kini tidak ada tim yang dikerahkan karena laporan kebakaran palsu tersebut telah dibatalkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.