Media Kampung – Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam tiga bulan pada Selasa (16/6/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang membuka kembali Selat Hormuz. Harga minyak Brent berjangka turun 1,25% menjadi US$ 82,13 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,41% ke US$ 79,67 per barel.
Penurunan ini merupakan lanjutan dari aksi jual pada Senin yang dipicu oleh optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kerangka kerja perdamaian dengan Iran telah ditandatangani, dan Selat Hormuz akan sepenuhnya dibuka kembali pada Jumat pekan ini tanpa pungutan dari Iran.
Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa normalisasi pasokan minyak tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Analis Morgan Stanley memperkirakan butuh waktu beberapa minggu untuk memulihkan arus kapal tanker, dengan 50% produksi diprediksi kembali pada September dan 80% pada Desember 2026.
Kesepakatan damai ini juga berdampak pada harga bahan bakar minyak di Indonesia. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai penurunan harga minyak dunia berpotensi menekan harga Pertamax secara bertahap, namun tidak akan kembali ke level Rp12.300 per liter dalam waktu dekat.
Ketidakpastian masih menyelimuti pasar karena rincian lengkap nota kesepahaman AS-Iran belum dipublikasikan. Para pemimpin G7 yang bertemu di Evian-les-Bains, Prancis, dijadwalkan membahas upaya perdamaian ini. Sementara itu, stok minyak AS diperkirakan tidak akan langsung melimpah, mengingat proses pemulihan rantai pasok yang memakan waktu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan