Media Kampung – PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan resmi terkait perbedaan harga Pertamax dan Pertalite yang tercantum pada struk pembelian pelanggan. Hal ini menyusul beredarnya informasi yang menyebutkan angka Rp18.040 per liter pada struk Pertalite sebagai harga keekonomian BBM.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa informasi tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak salah paham. Menurutnya, kebijakan subsidi BBM sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah, dan Pertamina hanya bertindak sebagai operator penyalur.

Pertalite merupakan jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yang mendapatkan subsidi pemerintah. Harga jual yang dibayarkan masyarakat saat ini adalah harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi.

Angka Rp18.040 yang muncul di struk hanyalah gambaran nilai ekonomi BBM jika dihitung berdasarkan harga pasar dan biaya penyediaan. Namun, konsumen tetap membeli Pertalite sesuai harga yang ditetapkan pemerintah karena adanya subsidi.

Program subsidi BBM bertujuan strategis untuk menjaga stabilitas nasional, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung aktivitas ekonomi, khususnya bagi kelompok menengah ke bawah. Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan kebijakan pemerintah dengan transparan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.