Media Kampung, Jakarta – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di wilayah Jabodetabek mengalami penurunan sebesar Rp 300 per liter pada pekan pertama Agustus 2026. Penurunan ini terjadi setelah kenaikan harga yang signifikan pada Juni lalu mencapai lebih dari Rp 4.000 per liter.
Pada 10 Juni 2026, harga Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Kenaikan ini sempat menimbulkan perhatian publik karena lonjakan yang cukup besar dalam waktu singkat. Namun, per 1 Agustus 2026, harga Pertamax turun menjadi Rp 15.950 per liter sesuai pengumuman resmi dari Pertamina.
Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru di Wilayah Jakarta
- Pertalite: Rp 10.000 per liter (tetap)
- Solar subsidi: Rp 6.800 per liter (tetap)
- Pertamax: Rp 15.950 per liter (turun dari Rp 16.250)
- Pertamax Turbo: Rp 18.300 per liter (turun dari Rp 19.300)
- Pertamax Green: Rp 16.600 per liter (turun dari Rp 17.000)
- Dexlite: Rp 19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter
Penyesuaian Harga Sesuai Arahan Pemerintah
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah. Penurunan harga ini juga dipengaruhi oleh tren harga rata-rata minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang menjadi acuan dalam penentuan harga BBM.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” ungkap Kitty Andhora.
Kondisi Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi (Bio Solar) tetap tidak berubah. Pertalite masih dijual dengan harga Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Implikasi dan Harapan Masyarakat
Penurunan harga Pertamax ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang menggunakan BBM jenis ini, khususnya pada sektor transportasi dan industri yang bergantung pada Pertamax. Meskipun penurunan harga tidak sebesar kenaikan sebelumnya, langkah ini menunjukkan respons pemerintah dan Pertamina terhadap dinamika pasar minyak dunia dan kondisi ekonomi nasional.
Masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan harga BBM melalui pengumuman resmi dari Pertamina agar mendapat informasi yang akurat dan terpercaya.















Tinggalkan Balasan