Media Kampung, Iran dilaporkan meminta kelompok Houthi di Yaman untuk bersiap menutup Selat Bab el-Mandeb, pintu masuk menuju Laut Merah, apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Teheran. Langkah ini berpotensi memperburuk krisis energi global dan mendorong harga minyak hingga US$200 per barel.

Informasi tersebut diungkapkan oleh tiga sumber yang mengetahui pembahasan di internal pemerintahan Iran, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Jumat, 17 Juli 2026. Dua di antaranya merupakan pejabat senior Iran, sementara satu sumber lainnya berasal dari kawasan Timur Tengah.

Baca juga:

Menurut sumber-sumber tersebut, pesan agar bersiap telah disampaikan kepada Houthi, sekutu Iran di Yaman. Salah satu sumber yang dekat dengan Houthi mengatakan kelompok itu telah menyelesaikan persiapan dengan menempatkan rudal dan drone di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Mereka hanya menunggu instruksi untuk memulai operasi.

Penutupan Selat Bab el-Mandeb akan menambah gangguan pada jalur energi global. Sebelumnya, Iran telah melumpuhkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Kedua jalur tersebut merupakan rute utama ekspor minyak dari Timur Tengah. Jika keduanya terganggu secara bersamaan, para analis memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga US$200 per barel.

Baca juga:

Seorang anggota biro politik Houthi, Mohammed al-Farah, menyatakan bahwa jika situasi semakin memburuk, Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz akan ditutup melalui aliansi operasional. Ia memperingatkan bahwa harga minyak akan melonjak dalam guncangan yang sangat besar.

Kementerian Luar Negeri Iran maupun juru bicara Houthi belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Hingga kini, belum ada konfirmasi dari kedua pihak.

Baca juga: