Media KampungIran membalas serangan Amerika Serikat dengan meluncurkan rudal ke pangkalan udara Harir milik AS di Irak utara. Serangan ini juga menyasar situs radar AS di Wilayah Kurdistan Irak serta kapal-kapal AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia, menurut laporan Nour News.

Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota Iran, termasuk Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik. Sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di Tehran dan wilayah selatan negara tersebut.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz bagi seluruh kapal mulai dini hari. Militer Iran memperingatkan bahwa setiap pergerakan di Selat Hormuz akan menjadi sasaran tembak. Langkah ini diambil setelah Iran menuding adanya pelanggaran wilayah udara oleh pesawat tempur F-16 milik AS di bagian selatan Iran.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuduh Teheran mengulur perundingan dan mengancam akan melancarkan serangan berskala besar. Akibatnya, Provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menjadi sasaran serangan militer AS dalam beberapa hari terakhir. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan mereka melancarkan serangan tambahan dengan alasan membela diri terhadap target-target di Iran.

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangan balasan Iran ini. Situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran kritis dunia, kini dalam pengawasan ketat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.