Media Kampung, Sofia — Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki tempat dalam koalisi negara-negara yang mendukung Ukraina, yang dikenal sebagai “coalition of the willing”. Pernyataan ini disampaikan Radev dalam wawancara dengan stasiun televisi bTV, Selasa (14/7/2026).
“Saya tidak percaya Bulgaria cocok berada dalam koalisi yang bersedia,” ujar Radev, seperti dilaporkan Bulgarian News Agency (BTA). Ia mengaku telah menerima undangan pribadi dari Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk menghadiri pertemuan puncak koalisi di Paris pada Senin (13/7), namun memilih untuk tidak hadir.
Radev menjelaskan bahwa Bulgaria tidak mendukung pemberian bantuan militer dan keuangan lebih lanjut kepada Ukraina. Menurutnya, cara terbaik untuk menyelesaikan konflik adalah melalui upaya diplomatik yang kuat, bukan dengan memperpanjang perang melalui cara militer.
“Kami bukan bagian dari koalisi yang mendorong bantuan keuangan dan militer terus-menerus untuk Ukraina. Kami tidak memberikan bantuan semacam itu, karena saya tidak percaya bahwa cara untuk menyelesaikan konflik ini adalah melalui eskalasi militer,” tegasnya.
Ketika ditanya mengenai inisiatif pertahanan rudal balistik Eropa yang baru diumumkan di Paris, Radev menyatakan bahwa keputusan yang menyangkut keamanan kolektif Bulgaria dibuat dalam kerangka NATO dan Uni Eropa. “Bulgaria secara aktif terlibat dalam semua format itu, di mana keputusan sebenarnya dibuat,” katanya.
Pertemuan puncak “coalition of the willing” di Paris pada Senin lalu dihadiri sekitar 25 pemimpin dari lebih dari 30 negara peserta. Koalisi ini bertujuan untuk mengoordinasikan dukungan bagi Ukraina di tengah perang yang sedang berlangsung.






















Tinggalkan Balasan