Media Kampung, TanjungpinangPembangunan Monumen Tugu Bahasa Nasional dan Museum di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memasuki tahap evaluasi lelang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, menargetkan pemenang lelang diumumkan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

Proyek strategis ini menggunakan skema tahun jamak (multi-years) dengan masa kontrak selama 17 bulan, mulai Agustus 2026 hingga Desember 2027. Pagu anggaran mencapai Rp101 miliar, dengan alokasi awal tahun 2026 sebesar Rp30,8 miliar.

Baca juga:

Jadwal dan Tahapan Proyek

Rodi Yantari menyatakan bahwa setelah pemenang lelang ditetapkan, penandatanganan kontrak kerja ditargetkan rampung pada minggu pertama atau kedua Agustus 2026. Agenda groundbreaking (pencangkulan pertama) direncanakan pada pertengahan Agustus 2026.

“Kalau tidak ada hambatan di akhir Juli akan ada pemenangnya. Setelah ada pemenang, di awal atau pertengahan Agustus kita bisa tanda tangan kontrak,” ujar Rodi kepada RRI, Kamis (16/7/2026).

Baca juga:

Pembangunan fisik monumen di Bukit Kursi ini dibagi menjadi tiga sesi pengerjaan yang berjalan secara simultan, meliputi pembangunan struktur utama monumen, penataan lanskap, serta penyediaan fasilitas area parkir.

Fasilitas dan Fungsi

Selain menjadi pusat budaya baru, Monumen Tugu Bahasa Nasional nantinya akan dilengkapi dengan teleskop untuk pemantauan hilal. Proyek ini diharapkan menjadi ikon baru di Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu.

Baca juga:

Dinas PUPP Kepri berupaya mempercepat proses lelang dan kontrak agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai. “Memang langsung kita kejar agar fisiknya segera dilaksanakan,” tegas Rodi.