Media Kampung, **Belitung** — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi literasi keuangan kepada keluarga pekerja informal dan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Belitung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Literasi Keuangan Kepulauan Bangka Belitung dengan tema “Keluarga Cermat Finansial, Anak Tumbuh Optimal”.

Acara berlangsung di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainudin, Pemerintah Kabupaten Belitung, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan OJK untuk mendukung program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Generasi Emas 2045: Keluarga Sehat dan Tangguh Jadi Fondasi Utama
Baca juga:
Generasi Emas 2045: Keluarga Sehat dan Tangguh Jadi Fondasi Utama

Menurut Fazar, dukungan OJK tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting. “Harapannya, bantuan yang diberikan dapat mencegah munculnya kasus stunting baru. Anak yang sudah mengalami stunting memang membutuhkan penanganan khusus, tetapi melalui upaya pencegahan ini kami ingin menekan angka stunting ke depan sehingga target penurunan stunting pada 2026 dapat tercapai,” ujar Fazar.

Ia menjelaskan, dukungan dalam program tersebut tidak hanya berupa paket makanan bergizi, tetapi juga melibatkan mitra OJK melalui bantuan pembangunan jamban, rumah layak huni, hingga edukasi kepada keluarga. “Karena bantuan saja tidak cukup jika orang tua tidak memiliki pengetahuan tentang pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting. Bantuan fisik harus diiringi dengan edukasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

OJK Minta Perbankan Blokir 33.252 Rekening yang Terindikasi Judi Online
Baca juga:
OJK Minta Perbankan Blokir 33.252 Rekening yang Terindikasi Judi Online

Sementara itu, Kepala OJK Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, mengatakan edukasi literasi keuangan diberikan agar masyarakat mampu mengelola keuangan keluarga secara bijak. “Dalam kegiatan ini kami memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Masyarakat perlu memahami pentingnya memisahkan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dengan dana untuk tabungan maupun investasi,” ujar Eko.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai pinjaman online ilegal yang dapat merugikan dan mengganggu kondisi ekonomi keluarga. Eko meminta masyarakat menggunakan layanan pinjaman yang legal dan telah terdaftar di OJK apabila membutuhkan pembiayaan, karena tingkat bunga, mekanisme penagihan, serta perlindungan data pribadi telah diatur sesuai ketentuan.

Dasco Lakukan Sidak ke BEI untuk Pastikan Penguatan Regulasi Perlindungan Investor
Baca juga:
Dasco Lakukan Sidak ke BEI untuk Pastikan Penguatan Regulasi Perlindungan Investor