Media Kampung, Bengkulu — Program Halo RRI di Pro 1 Bengkulu kebanjiran laporan masyarakat terkait maraknya investasi bodong. Sejumlah korban mengaku kehilangan dana hingga puluhan juta rupiah akibat tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku penipuan masih memanfaatkan minimnya literasi keuangan di tengah masyarakat. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari investasi online, arisan berantai, hingga penawaran bisnis dengan sistem yang tidak jelas.

OJK Bengkulu Beri Imbauan

Menanggapi hal tersebut, Manager Senior OJK Bengkulu Flora Apriani mengingatkan pentingnya kehati-hatian sebelum berinvestasi. Ia menekankan agar masyarakat memahami prinsip sederhana dalam memilih investasi, yakni 2L: legal dan logis.

Legal berarti investasi tersebut memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan dan diawasi oleh lembaga berwenang. Sementara logis berarti keuntungan yang ditawarkan masuk akal dan tidak berlebihan, seperti janji keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko.

Flora juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan promosi yang sering beredar di media sosial atau grup pesan instan. Biasanya, pelaku investasi bodong memanfaatkan testimoni palsu dan tekanan psikologis agar calon korban segera menyetor dana.

Cara Melaporkan Investasi Ilegal

Jika menemukan dugaan investasi ilegal, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui portal resmi OJK Kontak Utama. Selain itu, laporan juga bisa disampaikan melalui WhatsApp OJK di nomor 081-157-157-157 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Masyarakat juga dapat mengakses layanan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) melalui situs resmi OJK untuk membantu pemetaan kasus penipuan. Layanan ini bertujuan mempercepat penanganan serta pemblokiran aktivitas keuangan yang terindikasi penipuan.

Dengan meningkatnya kasus investasi bodong, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama pencegahan. Jangan mudah tergiur keuntungan instan, karena investasi yang aman selalu membutuhkan pertimbangan matang dan risiko yang jelas.