Media Kampung – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan alokasi minyak kelapa sawit (CPO) untuk program biodiesel 50 persen (B50) pada 2026 akan naik sekitar 2 juta kiloliter (KL) dari target awal. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, realisasi mandatori B40 sepanjang 2025 mencapai 14.940.729 KL atau 95,67 persen dari total alokasi, menghemat devisa Rp 133,3 triliun.

Pada 2026, mandatori B40 akan berjalan hingga paruh pertama, lalu beralih ke B50 pada 1 Juli 2026. Target awal alokasi biodiesel tahun ini adalah 15.646.372 KL, namun proyeksi terbaru menunjukkan angka tersebut naik menjadi 17.602.168 KL. Eniya menyebutkan, dengan kenaikan mandatori menjadi 50 persen, penghematan devisa diperkirakan mencapai Rp 157,28 triliun, peningkatan nilai tambah CPO Rp 24,68 triliun, penyerapan tenaga kerja 2,2 juta orang, dan penurunan emisi karbon 46,72 juta ton CO2.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan implementasi penuh B50 mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Pemerintah masih menyelesaikan uji coba di berbagai sektor, termasuk kapal, alat berat, dan kereta api, untuk memastikan campuran bahan bakar tersebut aman digunakan. Bahlil berharap tidak ada kendala teknis sebelum kebijakan diterapkan secara nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.