Media Kampung – Hasil kajian terbaru dari PT Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB mengungkap dampak signifikan konektivitas digital terhadap pengembangan UMKM dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Indonesia. Studi ini menegaskan bahwa infrastruktur digital, terutama yang dikembangkan oleh Telkomsel, berperan penting dalam memperkuat aktivitas ekonomi dan pemerataan akses digital di berbagai daerah.

Penelitian yang dilakukan melalui kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, dan survei lapangan ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara kemajuan infrastruktur digital dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, menyatakan bahwa konektivitas digital kini berfungsi jauh lebih dari sekadar alat komunikasi, melainkan sebagai fondasi ekonomi yang mendorong produktivitas dan inklusi sosial di berbagai wilayah.

Dari sisi ekonomi, kajian menunjukkan bahwa setiap penambahan satu Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel berkorelasi dengan peningkatan PDRB regional sekitar Rp76,19 miliar. Selain itu, peningkatan penggunaan data sebesar 1 petabyte juga berkontribusi terhadap kenaikan PDRB sebesar Rp9,44 miliar. Secara nasional, sektor konektivitas digital diperkirakan menyumbang pendapatan negara mencapai Rp36,97 triliun pada tahun 2024.

Kajian tersebut juga menyoroti peran konektivitas digital dalam meningkatkan performa UMKM, khususnya di wilayah non-perkotaan. Survei yang dilakukan terhadap pelaku usaha menunjukkan rata-rata omzet mereka meningkat hingga 32 persen dengan tingkat kepuasan pengguna layanan digital mencapai 92 persen. Hal ini menegaskan bahwa akses dan pemanfaatan teknologi digital menjadi katalis dalam memperkuat daya saing dan produktivitas usaha kecil dan menengah.

Selain pertumbuhan ekonomi dan UMKM, penelitian ini juga menekankan pentingnya pemerataan akses digital di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga 2024, sekitar 92,4 persen BTS di wilayah 3T merupakan bagian dari program BAKTI yang didukung oleh operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO). Perluasan jaringan ini membuka kesempatan bagi masyarakat di daerah tersebut untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi berbasis digital yang sebelumnya sulit dijangkau.

Ekosistem Telkomsel yang dianalisis dalam kajian ini juga diperkirakan turut menciptakan lebih dari 685 ribu lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ian Josef Matheus Edward, Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, mengingatkan bahwa hasil kajian perlu dipahami secara proporsional dan tidak mengaitkan seluruh perubahan ekonomi pada satu entitas saja.

PT LAPI ITB menegaskan bahwa tujuan kajian ini adalah untuk memahami peran konektivitas digital dalam mendukung pembangunan nasional secara menyeluruh tanpa membandingkan antaroperator. Dengan temuan ini, diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan yang mendorong pemerataan akses dan pemanfaatan teknologi digital guna memperkuat perekonomian dan pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Kesimpulannya, konektivitas digital telah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional dan memperkuat UMKM, terutama di daerah yang masih berkembang. Perluasan akses digital yang merata juga berpotensi besar dalam mendorong inklusi sosial dan membuka peluang baru bagi masyarakat luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.