Media Kampung – Tim riset dari School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama Institute for Energy, Economics and Finance (IEEF) berhasil mendapatkan hibah RECLICKS Research Grant. Hibah ini diberikan dalam rangka mendukung penelitian terkait integrasi pasar listrik di kawasan ASEAN, khususnya melalui studi interkoneksi listrik antara Indonesia dan Singapura.
Program RECLICKS Research Grant diselenggarakan oleh Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) yang bekerja sama dengan University of Waterloo dalam proyek FINCAPES. Hibah ini fokus pada pembiayaan iklim dan transisi energi, serta bertujuan memperkuat riset yang relevan dengan kebijakan energi di Indonesia. Proses seleksi ketat melibatkan penilaian proposal, evaluasi ahli, dan sesi pitching untuk menilai kedalaman analisis dan potensi implementasi riset.
Penelitian yang diajukan oleh tim SBM ITB dan IEEF berjudul “Valuing Strategic Flexibility in ASEAN Electricity Market Integration: Real Options Evidence from the Indonesia–Singapore Interconnection.” Riset ini dipimpin oleh Dzikri Firmansyah Hakam bersama Atika Irawan dan Nitha Pricillia, serta melibatkan peneliti dari IEEF seperti Khairil Ihsan Bintang, Ihda Farhatun Nisak, Anisya Nurfitri Kustyani, dan Wahyu Parbowo.
Dengan menggunakan pendekatan penilaian opsi nyata (real options valuation), penelitian ini berupaya menilai fleksibilitas strategis dalam pengambilan keputusan investasi dan kebijakan pada proyek interkoneksi listrik lintas negara. Pendekatan ini penting untuk memahami bagaimana ketidakpastian pasar, regulasi, dan dinamika transisi energi dapat memengaruhi arah pengembangan infrastruktur energi di kawasan ASEAN.
Pemberian hibah ini juga menjadi bagian dari CLICKS Workshop bertajuk “Strengthening Research Implementation for Climate Finance and Energy Transition” yang berlangsung selama dua hari. Workshop tersebut menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara peserta dan para ahli di bidang energi dan pembiayaan iklim, sekaligus memperkuat kapasitas peserta dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan mengintegrasikan prinsip Gender and Socio-economic Inclusivity (GESEI) dalam riset.
Keberhasilan tim SBM ITB dan IEEF mendapatkan hibah ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam mengembangkan riset energi yang berbasis bukti dan berorientasi pada dampak kebijakan. Melalui kolaborasi akademik dan jejaring internasional, diharapkan hasil kajian ini dapat berkontribusi pada percepatan transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia serta kawasan ASEAN.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan