Media Kampung – 13 April 2026 | Pertamina Hadirkan Pasar Murah untuk Bantu Warga Prasejahtera, sebuah inisiatif yang menyediakan paket sembako dengan harga terjangkau bagi keluarga berpendapatan rendah di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menurunkan beban pengeluaran makanan pokok pada segmen paling rentan.

Program Pasar Murah diluncurkan pada 12 April 2026 di kantor pusat Pertamina, Jakarta, oleh Direktur Utama Nicke Widyawati bersama Menteri Sosial. Peluncuran tersebut menandai komitmen perusahaan energi negara dalam memperluas peran sosialnya.

Paket Pasar Murah mencakup beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan dapur lainnya, dengan total nilai antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per paket tergantung wilayah. Setiap item dipilih melalui audit harga untuk memastikan margin keuntungan minimal.

Sasaran utama program adalah warga prasejahtera, yang didefinisikan sebagai rumah tangga dengan pendapatan di bawah UMR daerah masing‑masing. Berdasarkan data BPS, lebih dari 30 juta keluarga masuk dalam kategori ini.

Distribusi dilakukan melalui jaringan outlet resmi Pertamina, termasuk SPBU, toko swalayan mini, dan mitra retailer lokal yang telah dilatih standar layanan. Konsumen dapat membeli paket secara tunai atau melalui dompet digital yang terintegrasi.

Harga paket ditetapkan setelah subsidi silang dari subsidi bahan bakar, sehingga selisih antara harga pasar dan harga Pasar Murah hanya berkisar 10‑15 persen. Model ini memungkinkan Pertamina menyeimbangkan tujuan profitabilitas dengan tanggung jawab sosial.

Analisis internal memperkirakan program dapat meningkatkan daya beli rumah tangga prasejahtera hingga 20 persen dalam enam bulan pertama. Penurunan pengeluaran makanan juga diharapkan menurunkan tingkat kerawanan gizi di daerah‑daerah rawan.

“Pasar Murah merupakan wujud nyata kontribusi Pertamina dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Nicke Widyawati dalam sambutan peluncuran, menambahkan bahwa perusahaan akan terus memantau efektivitas program melalui survei kepuasan pelanggan.

Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Kemiskinan. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berjanji akan memfasilitasi sinergi lintas sektor.

Beberapa LSM, termasuk Yayasan Pemberdayaan Masyarakat, menilai Pasar Murah dapat mengurangi ketergantungan pada bantuan pangan sekali pakai, namun menekankan pentingnya transparansi distribusi dan audit independen.

Pertamina berencana memperluas jaringan Pasar Murah ke 1.200 titik penjualan pada akhir 2026, mencakup daerah pedesaan di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Produk tambahan seperti susu fortifikasi dan bahan baku pertanian juga sedang dipertimbangkan.

Pada minggu pertama operasional, lebih dari 250.000 paket terjual, mencatat penurunan 12 persen dibandingkan harga pasar pada komoditas yang sama. Tim monitoring akan melaporkan hasil kuartal pertama kepada dewan komisaris pada Agustus 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.