Emiten Tambang (DOID) Raih Pendapatan Rp 5,68 T pada Kuartal I 2026

Media Kampung – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), emiten jasa kontraktor pertambangan batu bara terkemuka di Indonesia, berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 318 juta atau sekitar Rp 5,68 triliun pada kuartal pertama tahun 2026 dengan kurs Rp 17.881 per dolar AS. Meskipun pendapatan ini turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan menunjukkan peningkatan profitabilitas yang signifikan.

Performa Keuangan dan Profitabilitas

Emiten Tambang (DOID) raih pendapatan Rp 5,68 T pada kuartal I 2026 sekaligus mencatatkan EBITDA sebesar USD 28 juta, melonjak 98 persen dari USD 14 juta pada kuartal pertama 2025. Margin EBITDA perusahaan juga naik menjadi 11 persen dari sebelumnya hanya 5 persen. Peningkatan ini menandai efektivitas strategi efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas yang dijalankan di tengah tantangan musim hujan yang biasanya menghambat operasional.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang meningkat secara signifikan ini turut membantu menurunkan rugi bersih perusahaan menjadi USD 24 juta, membaik dari kerugian USD 70 juta pada periode yang sama tahun lalu. Faktor pendukung lainnya adalah keuntungan USD 12 juta dari penjualan aset lahan serta penurunan kerugian investasi di anak perusahaan 29Metals sebesar USD 12 juta.

Strategi Operasional dan Efisiensi

Manajemen DOID berhasil menekan jam non-produktif di Indonesia hingga 14 persen lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Produktivitas alat ukur bank cubic meter (BCM) per jam juga meningkat sebesar 1 persen, sementara biaya unit per BCM turun 1 persen. Selain itu, biaya tenaga kerja per BCM mengalami penurunan signifikan sebesar 4 persen berkat optimalisasi penempatan operator dan penerapan disiplin kerja yang ketat.

Meski volume pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) turun 12 persen menjadi 89 juta BCM dan produksi batu bara turun 20 persen menjadi 15 juta ton akibat berakhirnya beberapa kontrak tambang di Indonesia dan Australia serta proses ramp-down di beberapa lokasi, DOID tetap mampu meningkatkan average selling price (ASP) kontrak pertambangan sebesar 3 persen. Hal ini didorong oleh peningkatan porsi kontrak rise-and-fall serta penyesuaian tarif yang mengikuti harga batu bara global.

Inisiatif Pendanaan dan Investasi

Selain kinerja operasional yang membaik, anak perusahaan utama PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menerbitkan Sukuk Ijarah I BUMA 2025 senilai Rp 2 triliun sebagai langkah strategis pendanaan. Belanja modal perusahaan mencapai USD 20 juta, difokuskan untuk meningkatkan keandalan armada dan mendukung keberlanjutan operasi.

Arus kas bebas (free cash flow) DOID juga berbalik positif menjadi USD 2 juta dibandingkan posisi negatif USD 19 juta pada kuartal I 2025, dikarenakan hasil penjualan lahan senilai USD 17 juta serta pemulihan EBITDA dan pengendalian belanja modal yang lebih efisien.

Prospek dan Fokus Perusahaan

Direktur PT BUMA Internasional Grup Tbk, Iwan Fuad Salim, menegaskan bahwa perbaikan kinerja yang dibangun sepanjang tahun 2025 terus berlanjut pada awal 2026. Dia menilai peningkatan EBITDA hampir dua kali lipat di tengah penurunan pendapatan menjadi bukti efektivitas strategi efisiensi dan peningkatan produktivitas.

“Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa pemulihan yang kami bangun sepanjang 2025 terus berlanjut di kuartal yang secara musiman penuh tantangan. EBITDA meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan meskipun pendapatan lebih rendah, didukung oleh disiplin biaya yang lebih kuat dan peningkatan produktivitas,” ujar Iwan.

Ke depan, perusahaan akan fokus menjaga soliditas eksekusi operasional terutama saat memasuki periode cuaca yang lebih kering di kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

Kesimpulan

Emiten Tambang (DOID) raih pendapatan Rp 5,68 T pada kuartal I 2026 dengan peningkatan profitabilitas yang signifikan meskipun pendapatan menurun. Strategi efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta optimalisasi portofolio aset menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menghadapi tantangan operasional. Dengan arus kas yang membaik dan investasi berkelanjutan, DOID siap melanjutkan tren positif dan menjaga kinerja di tengah dinamika industri pertambangan batu bara nasional maupun global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.