Media Kampung, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) resmi meluncurkan Integrated Procurement System (IPS) pada Senin (6/7/2026). Platform digital ini dirancang untuk memperkuat transparansi, efisiensi, akuntabilitas, dan kepatuhan dalam seluruh proses pengadaan barang dan jasa perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital sekaligus penguatan implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan penerapan IPS bukan sekadar digitalisasi proses bisnis, melainkan transformasi tata kelola perusahaan untuk membangun organisasi yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. Menurutnya, seluruh proses pengadaan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berbasis sistem guna meminimalkan intervensi serta memperkuat integritas perusahaan.

“Semakin banyak penyedia yang berpartisipasi, termasuk UMKM dan pelaku usaha lokal, maka akan tercipta persaingan yang sehat sehingga perusahaan memperoleh kualitas terbaik dengan biaya yang lebih efisien,” ujar Abdul Ghani dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Selasa (7/7/2026).

Ia menegaskan setiap keputusan bisnis harus mengacu pada prinsip Business Judgement Rule, didukung kajian komprehensif, mitigasi risiko, asas kehati-hatian, serta bebas dari benturan kepentingan. Digitalisasi tata kelola menjadi fondasi penting dalam mendukung penugasan pemerintah di bidang ketahanan pangan dan energi nasional, sekaligus memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai GCG dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.

Direktur SDM dan Umum, Erry Herman, menjelaskan IPS menghadirkan proses pengadaan yang lebih efektif melalui sistem terintegrasi serta pembagian kewenangan yang lebih jelas antara kantor pusat dan regional. Dengan mekanisme ini, seluruh proses pengadaan dapat dipantau secara real time, terdokumentasi dengan baik, serta berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran tanpa mengabaikan prinsip tata kelola yang baik.

Sistem ini mengintegrasikan seluruh tahapan pengadaan mulai dari perencanaan kebutuhan, pemilihan penyedia, hingga pengendalian dan dokumentasi. Selain memperkuat tata kelola, perusahaan juga membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM serta penyedia barang dan jasa lokal, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional. Calon mitra dapat melakukan pendaftaran atau pembaruan data vendor secara daring melalui platform IPS.

Direktur Kemitraan dan Plasma, Seger Budiarjo, menyampaikan pengembangan IPS akan dilakukan secara bertahap agar mampu mengikuti kebutuhan operasional yang terus berkembang. Penyempurnaan sistem mencakup pengembangan modul, basis data, serta fitur pendukung sehingga platform semakin adaptif dan memudahkan partisipasi seluruh penyedia, termasuk UMKM dan mitra usaha lokal, dalam rantai pasok perusahaan.

Ke depan, Agrinas Palma Nusantara berkomitmen terus mengembangkan sistem digital terintegrasi guna memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional melalui pengelolaan yang modern, profesional, transparan, dan berkelanjutan.