Media Kampung – Bank Syariah Indonesia (BSI) menetapkan target penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 5.540 unit rumah sepanjang tahun 2026. Hingga Maret 2026, realisasi FLPP yang disalurkan BSI telah mencapai 1.250 unit rumah, dan pihak bank berkomitmen untuk terus mengejar target tersebut hingga akhir tahun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa pihaknya bersemangat memberikan dukungan optimal terhadap program perumahan pemerintah melalui FLPP. Ia menyampaikan, “Saat ini sampai dengan bulan Maret itu 1.250 unit, kita tentu akan kejar untuk sampai 5.540 unit. Tentu saja kami di BSI selama ini spiritnya adalah melakukan yang terbaik.” Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat BSI di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026.

Selain fokus pada FLPP, BSI juga membidik penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dengan nilai total Rp1,2 triliun sepanjang tahun 2026 sebagai dukungan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini memungkinkan pelaku UMKM mengakses dana pembiayaan tidak hanya untuk membeli atau merenovasi rumah, tetapi juga untuk membeli ruko yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat usaha.

Anggoro menambahkan bahwa KPP yang ditawarkan oleh BSI menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat. Dengan basis pembiayaan berbasis syariah, program ini bertujuan memperluas akses perumahan sekaligus membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis mereka.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi perkembangan penyaluran KPP oleh BSI yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendukung program perumahan rakyat. Hingga 21 Mei 2026, realisasi penyaluran KPP atau yang dikenal juga sebagai KUR Perumahan oleh BSI telah mencapai Rp844 miliar, atau 67 persen dari target Rp1,2 triliun pada tahun ini.

Menteri Maruarar menjelaskan bahwa KUR Perumahan menjadi instrumen penting dalam mendukung program tiga juta rumah yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyebutkan adanya subsidi bunga bagi pelaku UMKM sektor perumahan, di mana bunga pinjaman yang biasanya mencapai 11 persen dapat turun menjadi 6 persen, dengan plafon pinjaman hingga Rp20 miliar.

Penyaluran FLPP dan KPP oleh BSI ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perumahan sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM. Program ini diharapkan mampu memberikan solusi pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian serta mengembangkan usaha melalui pembiayaan syariah.

Dengan capaian hingga kuartal pertama tahun 2026 dan target ambisius yang telah disusun, BSI optimistis dapat memenuhi komitmennya dalam menyalurkan pembiayaan perumahan sesuai dengan rencana. Langkah ini juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan lembaga keuangan dalam mewujudkan program pembangunan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.