Media Kampung – Penambahan jumlah peserta menjadi 48 negara pada Piala Dunia 2026 membuka peluang bagi empat negara debutan untuk merasakan atmosfer ajang sepak bola terbesar dunia. Keputusan FIFA ini memberikan kesempatan kepada negara-negara yang sebelumnya sulit lolos untuk tampil di putaran final.

Pengamat sepak bola Indonesia, Ophan Lamara, menyatakan bahwa kebijakan memperluas kuota peserta akhirnya membuahkan hasil dengan masuknya Yordania dan Uzbekistan dari Asia, Tanjung Verde dari Afrika, serta Curacao dari wilayah CONCACAF. Menurutnya, ini merupakan wujud tujuan FIFA untuk memberikan ruang lebih besar kepada negara-negara berkembang dalam sepak bola internasional.

Ophan juga menyoroti kegagalan beberapa negara besar seperti Italia yang kembali absen pada Piala Dunia 2026 setelah dua edisi sebelumnya juga gagal lolos. Ia menilai konsistensi menjadi faktor utama dalam keberhasilan tim nasional, dan kegagalan Italia memperlihatkan adanya penurunan prestasi yang serius.

Lebih lanjut, Ophan mengamati peluang negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara, yang kini mendapatkan tambahan kuota cukup signifikan. Ia menilai Vietnam, Thailand, dan Indonesia memiliki kekuatan yang cukup seimbang dan berharap agar negara-negara tersebut tidak berada dalam satu grup yang sama agar peluang lolos bisa lebih besar.

Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk lolos ke Piala Dunia, namun hingga saat ini belum mampu memaksimalkan peluang tersebut. Ophan mencontohkan keberhasilan timnas Indonesia yang sukses mengalahkan Curacao dalam dua laga uji coba pada September 2022, yang menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia tidak kalah dari salah satu negara debutan.

Empat negara debutan tersebut menunjukkan dinamika baru dalam kompetisi. Uzbekistan, yang tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan DR Kongo, dinilai berpeluang menjadi kejutan jika mampu mempertahankan konsistensi permainan selama turnamen. Sementara tiga negara lainnya kemungkinan lebih berperan sebagai pelengkap dalam persaingan grup.

Penambahan peserta ini juga membawa dampak positif dalam penyebaran semangat dan atmosfer Piala Dunia ke negara-negara yang sebelumnya jarang tampil di panggung dunia. Dengan demikian, Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang yang lebih inklusif sekaligus memberikan kesempatan bagi negara-negara baru merasakan panggung tertinggi sepak bola dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.