Media Kampung – PT Pos Indonesia (Persero) resmi menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama yang baru, menggantikan Daud Joseph yang mengundurkan diri. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 343 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 15 Juli 2026.
Iskandar bukanlah nama baru di dunia bisnis dan logistik. Ia dikenal luas sebagai mantan Presiden Direktur PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia, anak usaha Grup Salim dan Nestle. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), pengelola klub sepak bola Persib Bandung, sebelum mengundurkan diri pada akhir 2024.
Latar Belakang dan Pendidikan
Pria kelahiran 1970 ini merupakan putra dari Mayor Jenderal TNI (Purn) Aang Kunaefi, mantan Gubernur Jawa Barat periode 1975-1985. Meski berasal dari keluarga militer, Iskandar memilih karier di sektor korporasi. Ia menempuh pendidikan menengah di Eastbourne College of Arts & Technology, Inggris, dan meraih gelar di bidang Business Administration and Logistics Management dari University of Maryland, Amerika Serikat pada 1994. Kemampuan manajemennya diperkuat melalui Asian Institute of Management di Filipina (2005-2006).
Karier Sebelum Memimpin Pos Indonesia
Perjalanan karier Iskandar dimulai sebagai Analis Riset di Schiphol Airport Consulting & Management Services (1994-1995). Ia kemudian bergabung dengan Indofood Group dan meniti karier hingga menjadi Presiden Direktur/CEO PT Nestle Indofood pada 2012, posisi yang dipegangnya selama 16 tahun sejak 1996.
Pada 2012, ia bergabung dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Kepala Divisi Penasihat Bisnis dan Kepala Divisi Manajemen Aset dan Investasi hingga 2014. Ia juga menjadi anggota Sistem Logistik Nasional (Sislognas) hingga 2016. Selanjutnya, ia menjabat anggota Komite Investasi dan Komite Nominasi dan Remunerasi di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (Jakpro) pada 2021-2025. Di luar perusahaan negara, Iskandar mendirikan TOP Group dan menjabat sebagai Presiden Direktur.
Perubahan Struktur Direksi
Selain mengangkat Direktur Utama baru, pemegang saham juga melakukan penataan organisasi direksi. Jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dipecah menjadi dua posisi terpisah: Direktur Keuangan yang dijabat oleh Fathul Anwar, dan Direktur Manajemen Risiko yang diisi oleh Rosmanidar Zulkifli. Masa jabatan direksi yang baru diangkat berlaku hingga penutupan RUPS Tahunan kelima sejak tanggal pengangkatan.
Dengan pengalaman lintas sektor yang dimilikinya, Iskandar diharapkan mampu memperkuat transformasi bisnis dan daya saing PT Pos Indonesia di tengah persaingan industri logistik nasional yang semakin ketat.














Tinggalkan Balasan