Media Kampung – Tagihan cloud yang membengkak sering menjadi tantangan di perusahaan BUMN yang mengimplementasikan layanan SaaS untuk digitalisasi. Kenaikan biaya ini biasanya bukan akibat satu keputusan besar, melainkan akumulasi banyak keputusan kecil yang tidak pernah direview secara rutin.

Perusahaan BUMN yang mengelola sistem digital berbasis SaaS dengan baik menjadikan evaluasi biaya sebagai aktivitas rutin, bukan reaksi terhadap tagihan yang tiba-tiba melonjak. Memahami ke mana biaya cloud sebenarnya digunakan adalah langkah awal yang penting sebelum melakukan penghematan.

Baca juga:

Kenali Komposisi Biaya Cloud

Langkah pertama untuk mengelola tagihan cloud adalah melakukan pemetaan biaya berdasarkan layanan, lingkungan operasional, dan jenis sumber daya. Penandaan sumber daya secara konsisten diperlukan agar pemetaan ini efektif, sehingga setiap komponen biaya dapat diidentifikasi dan dianalisis secara mendetail.

Empat Sumber Pemborosan Umum pada Infrastruktur Cloud

  • Kapasitas Berlebihan: Mesin atau sumber daya yang dialokasikan berdasarkan perkiraan awal seringkali tidak disesuaikan dengan penggunaan aktual, menyebabkan pemborosan.
  • Lingkungan Non-Produksi yang Aktif Sepanjang Waktu: Pengembangan dan pengujian yang hanya diperlukan pada jam kerja tetap berjalan 24 jam, meningkatkan biaya tanpa manfaat tambahan.
  • Penyimpanan Data yang Tidak Efisien: Data lama yang jarang diakses tetap disimpan di media penyimpanan berbiaya tinggi tanpa pemindahan otomatis ke penyimpanan arsip yang lebih murah.
  • Sumber Daya yang Tertinggal: Seperti cakram yang tidak terpasang, alamat IP yang tidak digunakan, dan cadangan yang tidak dibersihkan terus menambah biaya tanpa memberikan nilai.

Memilih Komitmen Jangka Panjang dengan Bijak

Penyedia layanan cloud biasanya menawarkan harga lebih rendah untuk komitmen penggunaan jangka panjang. Namun, komitmen ini sebaiknya diambil hanya untuk kapasitas dasar yang pasti digunakan. Mengunci kapasitas puncak yang jarang dipakai dapat berakibat pada pemborosan biaya.

Untuk beban kerja yang tidak kritis dan dapat dihentikan sewaktu-waktu, tersedia opsi kapasitas dengan harga lebih rendah yang sesuai untuk pemrosesan berkala namun tidak cocok untuk layanan yang harus selalu aktif.

Baca juga:

Kapan Peninjauan Biaya Cloud Diperlukan?

Peninjauan biaya harus dilakukan secara berkala dan tidak menunggu sampai tagihan menjadi masalah besar. Beberapa indikator yang menunjukkan perlunya evaluasi biaya meliputi:

  • Ketidakjelasan layanan mana yang paling banyak menyerap biaya.
  • Sumber daya tanpa penandaan yang jelas.
  • Lingkungan pengujian berjalan nonstop tanpa jeda.
  • Ukuran mesin yang belum pernah disesuaikan sejak awal.
  • Data lama masih disimpan di media penyimpanan tercepat tanpa pemindahan otomatis.
  • Tagihan meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pengguna.
  • Belum ada peninjauan biaya secara rutin.

Langkah Praktis Bersama Sagara Technology

Sagara Technology membantu perusahaan BUMN melakukan pemetaan komposisi biaya secara menyeluruh sebagai dasar untuk penghematan yang efektif. Prosesnya meliputi konsultasi discovery untuk memahami struktur biaya dan pola penggunaan, audit arsitektur dan biaya untuk menemukan pemborosan terbesar, serta implementasi bertahap yang memprioritaskan perubahan tanpa risiko, seperti penjadwalan lingkungan non-produksi.

Setiap langkah didukung oleh pelaporan yang transparan agar penghematan dapat diverifikasi dan dialihkan ke kebutuhan lain secara terencana, meningkatkan efisiensi anggaran teknologi secara keseluruhan.

Baca juga:

Dengan pendekatan ini, perusahaan BUMN dapat menghindari pembengkakan tagihan cloud yang tidak terkendali, memaksimalkan manfaat layanan SaaS, dan mengoptimalkan penggunaan anggaran digital mereka.