Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan proses akuisisi PT Industri Kereta Api (INKA) ditargetkan rampung pada November 2026. Nantinya, INKA akan berada di bawah KAI sebagai subholding dalam ekosistem industri perkeretaapian nasional.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa integrasi ini merupakan arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). “Oh iya itu arahan dari Danantara. Iya, pokoknya tahun ini. Holding, kita holding. INKA itu nanti jadi subholding,” ujar Bobby di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (3/6).

Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menambahkan bahwa merger ini diharapkan dapat memperkuat industri manufaktur dan perawatan kereta nasional. “Jadi kami harapkan dengan adanya integrasi KAI dan INKA, diikuti juga oleh support dari prinsipal-prinsipal kuat yang kita syaratkan jika ingin men-supply sarana ke KAI harus membuat kerja sama strategis,” jelas Gede.

Kerja sama dengan prinsipal global nantinya tidak hanya mencakup pengadaan sarana, tetapi juga transfer teknologi dan pengembangan fasilitas produksi bersama INKA. “Bukan hanya kerja sama pengadaan tapi teknologi transfer, fasilitas transfer, dan lain sebagainya dengan INKA,” katanya.

KAI juga menargetkan proses penandatanganan dan akuisisi INKA bisa terealisasi pada November 2026, sehingga roadmap integrasi mulai berjalan penuh pada 2027. “Sehingga roadmap kami di tahun 2026 ini kita harapkan di bulan November penanda tangan dan akuisisi INKA itu sudah terjadi,” ujar Gede.

Setelah integrasi selesai, KAI dan INKA akan menjalankan berbagai agenda pengembangan industri kereta nasional, termasuk menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi global dan memperkuat bisnis maintenance, repair, and overhauls (MRO). “Sehingga 2027, roadmap yang kita sudah buat bersama-sama bisa mulai dikerjakan termasuk engagement dengan teknologi partner atau prinsipal plus juga persiapan untuk bisnis MRO,” kata Gede.

KAI juga tengah melakukan streamlining agar bisnis MRO yang nantinya diserahkan ke INKA berada dalam kondisi sehat dan siap dikembangkan. Melalui penyatuan ini, KAI berharap INKA bisa berkembang menjadi perusahaan manufaktur kereta nasional yang sehat dan kompetitif pada 2029. “Diharapkan di tahun 2029 INKA sudah menjadi perusahaan manufaktur yang sehat juga punya rekan-rekan bisnis MRO yang juga sehat,” imbuh Gede.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.