Media Kampung, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membahas tawaran bantuan operasional dan kerja sama teknologi dari Pemerintah Malaysia untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dukungan tersebut akan dikaji lebih lanjut agar sesuai dengan kebutuhan operasi dan kondisi aktual di lapangan.

Pembahasan berlangsung dalam pertemuan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa di Graha BNPB, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Malaysia menawarkan dukungan berupa satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi.

BNPB menyebut tawaran tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menjajaki bentuk dukungan yang dapat menunjang operasi penanganan karhutla di Indonesia. Namun, seluruh bantuan tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana serta ketentuan yang berlaku.

Kepala BNPB menegaskan bahwa penanganan karhutla saat ini dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Operasi itu melibatkan unsur pemerintah, aparat, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Dalam upaya merespons kondisi tersebut, pemerintah telah mengerahkan personel gabungan untuk pemadaman di darat dan armada udara untuk mendukung operasi. Data operasi per 25 Oktober 2026 mencatat 71.878 personel darat dan 63 armada udara dikerahkan, terdiri atas 39 helikopter water bombing serta 24 pesawat patroli dan operasi modifikasi cuaca.

Selain dukungan operasional, BNPB dan Pemerintah Malaysia juga menjajaki kerja sama teknologi di sejumlah bidang, antara lain pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian situasi terdampak, strategi pemadaman, riset dan inovasi, koordinasi teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kerja sama tersebut diharapkan membantu pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla. Untuk tindak lanjut, BNPB akan berkoordinasi secara teknis dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia melalui fasilitasi Kementerian Luar Negeri, termasuk membahas kesesuaian bantuan, kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, prosedur keselamatan penerbangan, dan alternatif dukungan jika asap tebal serta jarak pandang rendah membatasi efektivitas operasi udara.

Melalui koordinasi itu, BNPB berharap kerja sama bilateral Indonesia-Malaysia dapat menghasilkan dukungan yang tepat guna sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana kedua negara.