Media Kampung – Politikus keturunan Indonesia, Alvin Tedjo, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada dalam pemilihan yang digelar pada 26 Oktober waktu setempat. Ia mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie.
Berdasarkan laporan CBC dan Toronto Star pada Selasa (27/10/2026), Alvin meraih 74.479 suara atau 39,2 persen. Parrish memperoleh 51.853 suara atau 27,3 persen, sementara Crombie mengantongi 43.191 suara atau 22,7 persen.
Dalam pidato kemenangannya, Alvin menyebut jabatan itu sebagai kehormatan seumur hidup sekaligus tanggung jawab besar. Ia mengatakan akan membawa energi dan gagasan baru untuk menangani persoalan yang paling penting bagi warga.
“Saya akan berfokus pada keterjangkauan biaya hidup dan keamanan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa Mississauga menjadi tempat tinggal yang semakin baik bagi semua orang,” ujarnya.
Carolyn Parrish kemudian mendoakan yang terbaik bagi wali kota terpilih dan menawarkan dukungan jika Alvin membutuhkan saran.
Toronto Star menulis, orang tua Alvin yang merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia menetap di Mississauga saat ia berusia 4 tahun. Ia tumbuh besar di pusat kota dan sejak kecil sudah akrab dengan lingkungan pemerintahan karena rumahnya menghadap Balai Kota.
Ketertarikan Alvin pada pelayanan publik muncul sejak usia muda. Saat sekolah, ia aktif dalam organisasi siswa, pernah menjadi ketua dewan siswa, dan terlibat dalam komite penasihat pemuda bagi wali kota. Pada pertengahan 1990-an, ia juga bertemu Hazel McCallion ketika menerima penghargaan Young Citizen of the Year. Menurut kisah Alvin, McCallion saat itu mendorongnya untuk terjun ke politik.
Setelah menempuh pendidikan di Queens University dan Harvard University, Alvin terpilih sebagai anggota dewan kota Mississauga pada 2022. Sebelumnya, ia pernah menjadi penasihat dan staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario, bekerja di bidang hubungan pemerintah di Sheridan College selama empat tahun, lalu memimpin bagian strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.
Perjalanan pendidikan, pengalaman profesional, aktivitas komunitas, dan keterlibatan politik itu menjadi latar yang mengantarkannya ke kursi wali kota Mississauga.














