Media Kampung – 11 April 2026 | Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, meluncurkan program Warung Polri Presisi pada 10 April 2026. Acara berlangsung di depan Lapangan Ika Bina Rantauprapat, Jalan MH. Thamrin, Rantauprapat.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui layanan makanan gratis. Program dirancang untuk menumbuhkan budaya berbagi dan mempererat hubungan sosial tanpa memandang latar belakang.
Acara dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Labuhanbatu, Ny. Fida Wahyu Endrajaya, serta pejabat utama Polres Labuhanbatu. Kehadiran mereka menandai dukungan institusional terhadap program tersebut.
Berbagai lapisan masyarakat turut hadir, mulai dari pengemudi ojek online, ibu-ibu petugas kebersihan, hingga penarik becak bermotor. Keberagaman peserta mencerminkan tujuan inklusif program.
Sebanyak 500 porsi makanan lengkap beserta minuman bernutrisi disiapkan untuk dibagikan secara cuma‑cuma. Semua makanan telah melewati proses pemeriksaan kebersihan oleh Sidokkes Polres Labuhanbatu.
Sidokkes memastikan setiap sajian memenuhi standar higienis dan layak konsumsi sebelum diserahkan kepada publik. Pemeriksaan meliputi kontrol kualitas bahan, suhu penyajian, dan kebersihan wadah.
Kapolres Wahyu Endrajaya menyampaikan komitmen Polri untuk terus berkontribusi positif kepada warga. Ia menambahkan, jika program ini memberi dampak baik, akan dijadikan agenda rutin setiap Jumat.
Pernyataan tersebut menegaskan niat Polri untuk menjadikan Warung Polri Presisi sebagai kegiatan berkelanjutan. Rencana pelaksanaan mingguan diharapkan memperkuat rasa kebersamaan antara aparat dan masyarakat.
Masyarakat diminta untuk menjaga ketertiban saat mengambil makanan dan membersihkan area setelah distribusi. Sikap disiplin menjadi bagian penting dari budaya hidup bersih dan sehat yang dicanangkan.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyediaan pangan, melainkan juga sarana edukasi mengenai kebersihan dan kesehatan. Polres berharap masyarakat dapat meniru pola perilaku higienis dalam kehidupan sehari‑hari.
Para penerima makanan melaporkan kepuasan atas kualitas gizi dan rasa hidangan yang disajikan. Respons positif ini menjadi indikator awal keberhasilan program.
Warung Polri Presisi menjadi wujud konkret kehadiran kepolisian di luar fungsi keamanan tradisional. Aksi sosial semacam ini memperluas peran Polri dalam pembangunan komunitas.
Kegiatan serupa pernah dilakukan di beberapa wilayah lain sebagai bagian dari program nasional. Keberhasilan tersebut menjadi acuan bagi Polres Labuhanbatu untuk mengimplementasikan model serupa.
Pengelolaan logistik melibatkan koordinasi antara satuan logistik, dapur, dan tim kebersihan. Semua pihak bekerja sama memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu.
Anggaran untuk Warung Polri Presisi berasal dari dana operasional kepolisian daerah. Penggunaan dana difokuskan pada pembelian bahan makanan, peralatan penyajian, dan tenaga kerja.
Program ini juga menjadi ajang promosi nilai kebersamaan bagi aparat kepolisian. Dengan berinteraksi langsung, petugas dapat lebih memahami kebutuhan warga setempat.
Kegiatan ini mendapat sorotan positif dari media lokal, yang menilai inisiatif tersebut relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Media menilai bahwa bantuan makanan dapat meringankan beban rumah tangga.
Masyarakat di sekitar lokasi diharapkan dapat menjadi relawan dalam menjaga kebersihan area setelah acara. Partisipasi aktif warga diharapkan meningkatkan rasa memiliki terhadap program.
Jika program berjalan sesuai harapan, Polri berencana memperluas jangkauan Warung Polri Presisi ke desa‑desa terdekat. Ekspansi tersebut akan melibatkan kolaborasi dengan pemerintah desa dan lembaga sosial.
Peluncuran Warung Polri Presisi menandai langkah baru dalam upaya kepolisian membangun kepercayaan publik. Dengan menggabungkan layanan sosial dan keamanan, Polres Labuhanbatu berharap menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




