Media Kampung – Marsiyah Salim, seorang nenek berusia 105 tahun asal Kabupaten Kediri, berhasil menunaikan ibadah haji ke Makkah dengan tabungan hasil berjualan bubur. Keberangkatan Mbah Marsiyah menjadi catatan khusus karena usianya yang sangat lanjut dan perjalanan ini merupakan pengalaman pertama kali ia naik pesawat serta menempuh perjalanan jauh ke Tanah Suci.

Pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026, Mbah Marsiyah tiba di Makkah bersama rombongan Kloter SUB 112 yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya. Ia menyampaikan rasa tenangnya selama penerbangan dan menikmati udara sejuk di dalam pesawat. Kondisinya yang masih bugar meski telah berusia lebih dari satu abad membuatnya mampu menjalani aktivitas ringan dan didampingi keluarga selama beribadah.

Keberhasilan Mbah Marsiyah menunaikan haji tidak lepas dari ketekunan menabung selama bertahun-tahun. Ia mengumpulkan uang pecahan kecil mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 yang diperoleh dari hasil berjualan bubur di depan rumahnya, tepat di bawah pohon sawo. Tabungan itu disimpan rapi dalam kaleng bekas di lemari kayu, yang akhirnya menjadi modal utama untuk mendaftar haji pada tahun 2021.

Selain tabungannya, anak-anak Mbah Marsiyah juga turut membantu menambah biaya agar keberangkatan haji bisa terlaksana. Karena usianya yang sudah sangat lanjut, pemerintah memberikan program percepatan keberangkatan bagi lansia, yang memudahkan Mbah Marsiyah untuk segera berangkat ke Tanah Suci.

Kisah Mbah Marsiyah menjadi inspirasi nyata bahwa niat dan usaha sederhana dapat membawa seseorang sampai ke momen spiritual yang sangat diidamkan. Dari tabungan pecahan kecil hasil kerja kerasnya menjual bubur, kini ia bisa melaksanakan rukun Islam kelima dengan penuh rasa syukur di hadapan Baitullah.

Pelaksanaan ibadah haji Mbah Marsiyah juga menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa usia bukan halangan untuk beribadah selama kondisi kesehatan mendukung. Semangat dan keteladanan dari Mbah Marsiyah diharapkan mampu memotivasi jamaah haji lainnya untuk mempersiapkan diri dengan tekun dan penuh kesungguhan.

Hingga saat ini, Mbah Marsiyah tetap menjalani ibadah dengan pengawasan keluarga dan petugas, memastikan kesehatannya terjaga selama di Tanah Suci. Perjalanan yang dimulai dari tabungan sederhana kini membuahkan kebahagiaan dan berkah yang luar biasa bagi Mbah Marsiyah dan keluarganya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.