Media Kampung, Surabaya — Menjaga kesehatan tubuh bukan sekadar kebutuhan jasmani, melainkan bagian dari keimanan dan ibadah seorang Muslim. Pesan ini mengemuka dalam program siaran religi “Cahaya Pagi” di RRI Pro 4 Surabaya, Jumat (17/7/2026). Narasumber Faiqotun Niswati, S.Sos.I, Penyuluh Agama Islam fungsional di Kecamatan Rungkut, menjelaskan keterkaitan nilai-nilai kepramukaan Saka Bakti Husada (SBH) dengan syariat Islam.
Faiqotun menekankan bahwa Saka Bakti Husada, satuan karya pramuka di bidang kesehatan, sejalan dengan prinsip dasar Islam yang sangat mementingkan kesehatan dan kebersihan. Hal ini tercermin dalam hadis populer bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman (An-Nazhafatu minal Iman), yang menjadi fondasi pola hidup bersih.
Keselarasan Krida dengan Syariat
Dalam ulasannya, Faiqotun membedah keselarasan krida-krida SBH dengan Al-Quran dan Sunah. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) misalnya, sejalan dengan syariat bersuci (taharah) sebelum beribadah, seperti wudu, mandi wajib, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Krida Bina Gizi juga dinilai sesuai dengan anjuran Allah dalam Al-Quran untuk mengonsumsi makanan halal lagi baik (halalan tayyiban). “Islam melarang umatnya berlebih-lebihan dalam makan dan minum karena dapat memicu penyakit. Asupan gizi berimbang adalah kunci merawat fisik agar optimal untuk beribadah,” ujar Faiqotun.
Kesehatan sebagai Amanah dan Amal Jariyah
Penyuluh asal Rungkut ini mengingatkan bahwa tubuh adalah amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Aktif di SBH dalam mengedukasi masyarakat tentang kesehatan keluarga, penanggulangan penyakit, hingga pemahaman obat-obatan bernilai ibadah sosial (amal jariyah). Menolong sesama agar terhindar dari penyakit adalah implementasi konsep Rahmatan lil Alamin.
“Menjadi kader kesehatan di masyarakat, baik melalui Pramuka SBH maupun kegiatan penyuluhan lainnya, merupakan bentuk jihad kemanusiaan yang mulia,” papar Faiqotun. Upaya promotif dan preventif ini mengajak generasi muda muslim untuk saleh secara spiritual sekaligus kuat secara fisik demi kemajuan umat.
Menutup dialog, Faiqotun mengajak masyarakat, khususnya warga Rungkut dan Surabaya, membiasakan menjaga kesehatan jasmani dan rohani secara beriringan. Ia berharap spirit pengabdian SBH terus diadopsi generasi muda untuk mewujudkan masyarakat sehat, bersih, dan bertakwa demi rida Allah SWT.























Tinggalkan Balasan