Media Kampung – Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, memiliki hubungan istimewa dengan Muhammadiyah. Dalam sebuah kesempatan bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, KH. Ahmad Badawi, Bung Karno menyampaikan pesan mendalam yang relevan hingga kini. Ia mengungkapkan alasan mengapa dirinya begitu mencintai dan menjadi anggota setia Muhammadiyah.
Alasan Bung Karno Bergabung dengan Muhammadiyah
Bung Karno mengaku sejak muda telah mengikuti jejak Kiai Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Ajaran yang diberikan Kiai Ahmad Dahlan, menurutnya, benar-benar sesuai dengan alam pikirannya. Ajaran itu menggugah kalbu dan rohnya, yaitu keyakinan teguh tentang kebenaran Islam. Bung Karno menyebut Muhammadiyah sebagai purification of the mind dan rejuvenation of the Islam creed—pemurnian pikiran dan pembaruan akidah Islam. Inilah yang membuatnya menjadi anggota setia organisasi tersebut.
Ibadah dalam Mengurus Negara
Lebih jauh, Bung Karno menghubungkan kecintaannya pada Muhammadiyah dengan pengabdian kepada negara, tanah air, dan bangsa. Ia menegaskan bahwa ketiganya adalah amanat dari Allah SWT. Bung Karno mengingatkan bahwa ibadah tidak terbatas pada salat atau sembahyang, melainkan mencakup segala perbuatan yang merupakan penyembahan dan kebaktian kepada Allah. Menyelamatkan, mempersatukan, dan memakmurkan tanah air adalah bentuk ibadah, karena negara dan bangsa adalah amanat Tuhan.
Pesan untuk Warga Muhammadiyah
Dalam kesempatan itu, Bung Karno menyampaikan pesan kuat yang patut diingat oleh seluruh warga Muhammadiyah. Ia meminta agar jangan membiarkan negara, bangsa, dan tanah air berjalan sendiri. Warga Muhammadiyah diminta ikut aktif menyusun dan menyelamatkan negara, mempersatukan tanah air, serta memakmurkannya sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT. Pesan ini menggambarkan bahwa nasionalisme dan keagamaan berjalan beriringan dalam pandangan Bung Karno.
Hubungan Bung Karno dengan Muhammadiyah menjadi contoh bagaimana nilai-nilai keislaman dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hingga kini, pesan tersebut tetap relevan bagi generasi penerus untuk terus mengabdi demi kemajuan Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan