Media Kampung, Denpasar — Penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha secara konsisten menjadi solusi spiritual untuk membersihkan sampah dalam diri yang mengotori batin manusia. Hal ini disampaikan Penyuluh Agama Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Badung, Ni Nengah Rasmiati, dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa (14/7/2026).
Rasmiati menjelaskan pentingnya menyelaraskan tiga pilar perilaku utama manusia agar terhindar dari perilaku tercela. “Upaya membersihkan sampah di dalam diri ini wajib dijalankan secara berkesinambungan melalui implementasi Tri Kaya Parisudha yang nyata, yaitu berkomitmen penuh untuk selalu berpikir yang baik, berkata-kata yang baik, serta senantiasa berbuat yang baik,” ujarnya.
Landasan Pikiran Positif
Menurut Rasmiati, landasan seluruh tindakan manusia dalam kehidupan bermasyarakat bermula dari kualitas pikiran yang dipelihara dalam ruang kesadaran masing-masing. Ketika seseorang berhasil menjaga pikirannya tetap positif dan bersih, tutur kata serta tindakan fisik yang dihasilkan akan memancarkan kebajikan.
Tiga Elemen Tri Kaya Parisudha
Rasmiati merinci pembagian elemen Tri Kaya Parisudha yang berperan dalam proses penyucian diri. “Secara teologis, ajaran ini memuat aspek Manacika yang berarti berpikir baik dan suci, Wacika yang menuntut kita berkata benar serta lembut, hingga Kayika yang mewujud pada tindakan nyata yang jujur serta bermanfaat bagi sesama makhluk hidup,” jelasnya.
Ketiga aspek penyucian diri ini harus dilatih setiap hari secara disiplin, seperti membersihkan rumah dari debu dan kotoran. Tanpa upaya menyelaraskan ketiga unsur ini, batin manusia menjadi rentan terpengaruh oleh vibrasi negatif lingkungan luar.
Melalui penataan perilaku yang berpedoman pada ajaran suci ini, ketenangan batin diyakini akan tercipta dengan sendirinya. Perilaku yang terkontrol dengan baik juga meminimalkan potensi konflik sosial dan mempererat tali persaudaraan antarumat beragama.






















Tinggalkan Balasan