Media Kampung, Denpasar — Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, Ni Ketut Putri Yuniari, mengajak umat Hindu untuk memaknai kasih kepada diri sendiri sebagai bagian dari perjalanan spiritual menuju kebahagiaan lahir dan batin. Menurutnya, mengenali diri merupakan langkah awal membangun kehidupan yang harmonis dengan diri sendiri, keluarga, sesama, dan Tuhan.
Dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu, 15 Juli 2026, Putri menjelaskan bahwa manusia kerap disibukkan oleh berbagai persoalan hidup, mulai dari tantangan, kewajiban, hingga pergulatan batin yang sering membuat seseorang lupa mengenali dirinya sendiri. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati dapat tumbuh ketika seseorang mampu menerima, memahami, dan menghargai dirinya sebagai anugerah Tuhan.
“Menyayangi diri sendiri bukanlah sikap egois, melainkan cara merawat jasmani dan rohani agar mampu menjadi pribadi yang penuh cinta kasih,” ujarnya. Ia mengatakan, seseorang yang mampu mencintai dirinya secara sehat akan lebih mudah menebarkan kedamaian dan kasih sayang kepada orang lain.
Landasan Ajaran Hindu
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bangli tersebut juga mengutip ajaran Atharwa Weda yang menekankan pentingnya persatuan hati, pikiran, dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi terciptanya hubungan yang harmonis melalui sikap saling menghormati, berbicara dengan lemah lembut, serta menghindari kebencian.
“Mulailah dengan mengenali diri sendiri, karena dari sanalah kebahagiaan dapat bertumbuh,” katanya. Menurutnya, kasih kepada diri sendiri harus diwujudkan melalui kebiasaan hidup sehat, menjaga pikiran tetap bersih, mengendalikan emosi, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.
Lima Dimensi Manusia
Putri Yuniari menjelaskan bahwa manusia memiliki lima dimensi yang perlu dipelihara, yakni dimensi fisik, prana atau energi kehidupan, emosi, mental, dan spiritual. Seluruh dimensi tersebut saling berkaitan sehingga kesehatan tubuh akan berpengaruh terhadap ketenangan batin dan kualitas kehidupan seseorang.
“Jagalah tubuh dengan makanan sehat, olahraga yang teratur, serta istirahat yang cukup, karena kesehatan fisik turut memengaruhi kesehatan rohani,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengendalian napas, emosi, dan pikiran menjadi latihan penting agar manusia mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan lebih bijaksana.
Kesempatan Berharga sebagai Manusia
Ia mengingatkan bahwa kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk melaksanakan dharma, mengembangkan kasih sayang, dan memperbaiki diri. Karena itu, setiap orang diajak menerima segala proses kehidupan, baik suka maupun duka, sebagai bagian dari pendewasaan spiritual.
“Mari mulai menyayangi diri dengan menerima diri apa adanya, mengendalikan emosi, dan senantiasa bersyukur atas setiap proses kehidupan,” ajak Putri. Ia berharap setiap insan mampu membebaskan diri dari belenggu pikiran negatif sehingga dapat menjalani kehidupan yang damai, penuh syukur, serta semakin dekat dengan tujuan hidup menurut ajaran Hindu, yakni kebahagiaan sejati dan moksa.






















Tinggalkan Balasan