Media KampungBAZNAS menggelar acara bertajuk “Semarak Kurban Berkah Berdayakan Desa” di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, sebagai upaya memperluas syiar ibadah kurban sekaligus mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk menunaikan kurban melalui lembaga tersebut.

Dalam kegiatan yang berlangsung di lokasi strategis dengan mobilitas tinggi ini, BAZNAS menyediakan berbagai layanan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, demonstrasi kopi ZCoffee, konter layanan informasi kurban, serta layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Rizaludin Kurniawan, Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan agar masyarakat memahami kurban tidak hanya sebagai ritual tahunan, melainkan juga sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu sesama, termasuk umat di Palestina. Ia menambahkan bahwa BAZNAS memberikan layanan konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui tata cara pelaksanaan kurban, memilih hewan kurban, dan lokasi distribusi.

Tri Hadian, Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS, menilai kegiatan di ruang publik seperti ini efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ibadah kurban dan zakat. Ia menilai lokasi di Terowongan Kendal sangat strategis karena banyak dilalui pekerja yang mungkin memiliki kemampuan berzakat dan berkurban, namun terbatas waktu untuk melakukannya.

Respon positif juga datang dari pengunjung, seperti Aysil, seorang pegawai swasta berusia 27 tahun, yang mengaku baru mengetahui banyak layanan kurban dan sosial dari BAZNAS melalui acara ini. Ia menilai edukasi seperti ini penting agar lebih banyak anak muda sadar dan terlibat dalam ibadah kurban. Widi, pegawai swasta berumur 29 tahun, menyampaikan bahwa kampanye ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat karena interaksi langsung di stan membuat informasi lebih mudah diterima dan diingat.

Acara ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk menghadirkan layanan kurban yang mudah diakses di perkotaan, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pelaksanaan ibadah kurban. Kegiatan serupa diharapkan terus diperluas agar jangkauan dan dampak sosial dari ibadah kurban dapat lebih optimal, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Jakarta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.